Sekali kehilangan tubuh manusia, sepuluh ribu malapetaka menanti. Bukankah lebih baik melatih dan menghimpun kebajikan untuk naik ke atas awan?
Artinya, jika orang mengetahui kesalahannya tetapi tidak memperbaikinya, begitu kehilangan tubuh manusia ia harus menanggung sepuluh ribu malapetaka dan tidak dapat segera kembali menjadi manusia. Bukankah lebih baik melakukan kebaikan dan mengumpulkan kebajikan, sehingga masih dapat naik ke alam surgawi di atas awan?
Kereta di depan telah celaka; kereta di belakang mengambil peringatan. Itulah pil keabadian yang sesungguhnya.
“Kereta di depan” ialah kereta yang berjalan lebih dahulu. “Celaka” berarti terjatuh dan rusak. “Kereta di belakang” ialah kereta yang datang sesudahnya. “Mengambil peringatan” berarti berhati-hati. Artinya, jika orang dapat mengambil peringatan dari mereka yang dahulu gemar melakukan pelanggaran seksual dan semuanya merusak diri serta keluarga, ia seperti kereta belakang yang belajar dari kereta depan. Dengan demikian, berkah dan umur dapat bertambah, seolah-olah telah menelan pil makhluk abadi untuk hidup panjang tanpa menua.
Dahulu, penampakan melalui feiluan terjadi; keraguan dan kepercayaan bercampur.
“Dahulu” berarti pada masa lampau. Artinya, pada masa lampau ada orang yang mendirikan balairung luan dan memakai gerak pena luan yang menari untuk menerima amanat, menampakkan perwujudan kepada manusia. Namun, manusia bercampur antara ragu dan percaya; yang percaya sedikit, sedangkan yang tidak percaya banyak.
Karena itulah bencana berulang kali datang. Senjata perang menimbulkan kekacauan, langit dan bumi terbalik, jutaan rakyat ditimpa malapetaka.
“Bencana” menunjuk berbagai malapetaka, seperti banjir, kebakaran, dan wabah. “Berulang kali datang” berarti sering tiba. Ada pula bencana peperangan yang mengacaukan dunia, sehingga langit dan bumi terbalik dan jutaan rakyat bersama-sama tertimpa kemalangan serta kerugian. Bukankah itu menyedihkan? “Zhao” berarti sejuta. “Yi” berarti meninggalkan; maksudnya meninggalkan bencana dan bahaya bagi rakyat.
Lampu dan lilin bersinar cemerlang. Di mana-mana altar didirikan untuk menjelaskan ajaran. Penduduk kota dan lingkungan sekitarnya bersemangat; berbagai kelompok melafalkan pertobatan dan menghormati kitab.
“Cemerlang” ialah terang sinar lampu dan lilin. “Mendirikan altar” berarti menyiapkan altar luan. “Menjelaskan ajaran” berarti menerangkan prinsip bimbingan moral. Artinya, karena bencana berulang kali turun, penduduk kota maupun desa bersemangat menyumbangkan uang untuk mendirikan altar dan mengadakan upacara jiao, demi memulihkan keadaan dan menghindarkan bencana.