←Kembali

Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun

Bahasa Indonesia · Buku
Pengaturan
Pengaturan baca
18
Memuat versi…

Teks

Teks
Daftar isi

Tidak lain seperti memperbaiki kandang setelah domba hilang, demi mengubah kehendak langit.

Mendirikan altar dan menjelaskan ajaran tidak lain bertujuan memohon agar kehendak langit berubah. Hal itu pun seperti keluarga pemelihara domba yang memperbaiki kandang setelah kehilangan domba, untuk melakukan segala upaya manusia yang masih dapat dilakukan.

Aku pun tidak enggan berulang kali menyampaikan ajaran dengan sungguh-sungguh untuk menolong manusia.

Kaisar Suci berkata: Aku tidak menghindari kesusahan dan jerih payah untuk menerangkan kitab serta tata ajaran secara lisan, tidak lain demi menolong manusia agar mengubah hati dan kembali pada kebaikan.

Jika ada yang menganggapnya sekadar tulisan pengisi, seketika akan tampak bencana dan malapetaka datang bersama.

“Pengisi” berarti hanya melengkapi jumlah, tanpa dianggap penting. Artinya, jika ada orang yang menganggap Kitab tentang Menjauhi Pelanggaran Seksual sebagai tulisan yang tidak penting dan menghalangi orang lain mempercayai serta menaatinya, bencana dan malapetaka akan segera datang bersama, agar menjadi peringatan atas kesembronoannya.

Jika ada yang menyebutnya omong kosong, seketika akan tampak petir membelah tubuhnya.

“Omong kosong” berarti tidak mempunyai dasar. Artinya, jika orang menyebut Kitab tentang Menjauhi Pelanggaran Seksual sebagai ajaran yang tidak masuk akal dan tanpa dasar, sehingga membuat orang lain ragu serta enggan mempercayai dan menaatinya, seketika api petir akan menghantam tubuhnya hingga terbelah menjadi beberapa bagian, untuk memperlihatkan kejahatannya.

Hati penuh kasih seorang ibu membuat Delapan Makhluk Abadi merangkapkan tangan. Ketulusan yang memenuhi dada membuat Lima Sesepuh mendongakkan kepala.

Kaisar Suci menyusun Kitab tentang Menjauhi Pelanggaran Seksual untuk menasihati dunia. Ketulusan sepenuh hati di dada-Nya tidak berbeda dari kasih seorang ibu kepada anak-anaknya. Bahkan apabila para makhluk abadi dari Delapan Gua melihatnya, mereka pasti merangkapkan tangan dan memujinya. Jika Lima Sesepuh yang menyusuri sungai melihatnya, mereka pun akan mendongakkan kepala dengan kagum dan memuji kebaikan serta keindahan ajaran-Nya.

Memuat…

Sumber dan versi