Aku berulang kali menasihati dengan sungguh-sungguh, menaruh harapan kepada empat golongan rakyat.
“Aku” berarti diri sendiri, yakni Kaisar Suci. “Berulang kali menasihati” mengandung arti tulus dan bersungguh-sungguh. “Memperingatkan” berarti memberi penjelasan. “Empat golongan rakyat” adalah kaum terpelajar, petani, perajin, dan pedagang. Artinya, aku berpesan agar kalian memperbaiki kesalahan dan beralih kepada kebaikan, serta sama sekali tidak gemar melakukan pelanggaran seksual.
Jika benar-benar dapat memelihara hati dan watak, tidak melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila,
“Benar-benar” berarti dengan tekad yang tegas. “Memelihara” mempunyai makna seperti air yang meresap dan melembapkan. Artinya, jika seseorang sungguh dapat memelihara hati serta wataknya dengan kemanusiaan, kebenaran, dan kebajikan moral, tanpa disesatkan nafsu seksual, dengan sendirinya ia tidak akan melakukan kejahatan utama berupa perilaku seksual yang menyimpang dari sila.
maka syair dan tata krama diwariskan dalam keluarga, gudang serta peti membawa sukacita, nama dan keuntungan tercapai, umur panjang disertai berkah berlimpah.
Ia juga dapat menjadikan syair, kitab, tata krama, dan musik sebagai aturan keluarga yang diwariskan, mendidik anak cucu agar tekun belajar serta rajin bertani. Di satu sisi, seribu gudang dan sepuluh ribu peti dapat mendatangkan kekayaan; di sisi lain, prestasi dan nama baik terbentuk, sehingga ia menikmati berkah serta umur panjang. “Shoukao” berarti usia yang lanjut; “weiqi” berarti berkah yang berlimpah.
Ambang atas pintu bersinar cemerlang, benar-benar sebuah keluarga kaya dan terhormat.
“Ambang atas pintu” adalah balok mendatar di atas pintu. “Bersinar cemerlang” berarti ada papan nama beraksara emas yang kilaunya indah dipandang, benar-benar memperlihatkan suasana kaya dan terhormat.
Membawa kemuliaan bagi lingkungan, sungguh layak menjadi penyangga utama.
“Lingkungan” adalah gerbang dan lorong tempat keluarga semarga serta tetangga tinggal. “Penyangga utama” adalah orang yang menjadi pejabat tinggi, diibaratkan balok utama negara. Jika ada orang seperti ini di lingkungan itu, setiap keluarga turut mendapat kemuliaan yang tiada tara. “Layak” berarti pantas menyandangnya.