←书库

《阴律无情》

Bahasa Indonesia · 原书正文
设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…

正文阅读

正文阅读
章节目录

Jilid II Bab 07

Catatan penerjemah

Nenek Meng dan Panggung Ouwang

孟婆 disebut Nenek Meng dalam terjemahan ini. Sebutan itu mengidentifikasi tokoh kisah, bukan menyatakan hubungan keluarga dengan Ayu. 醧忘台 terdiri atas tiga aksara Tionghoa; nama Panggung Ouwang dipertahankan untuk tempat minum sup pelupa sebelum kelahiran kembali dalam cerita ini. Huruf aslinya ditampilkan ketika kisah menyebut jumlah aksara pada tulisan tersebut.

Kisah asal-usul dan kutipan sutra

Cerita tentang leluhur dari Surga Cahaya dan Suara, sari bumi, serta hilangnya kemampuan terbang merupakan penuturan keagamaan sang hakim. Terjemahan mempertahankan urutan dan penjelasan buku ini, bukan mengubahnya menjadi uraian ilmiah tentang asal-usul manusia. Kutipan pendek dari Sutra Śūraṅgama mengikuti bunyi kutipan di buku sumber. Teks CBETA untuk jilid keenam memuat ungkapan 地中百穀, sedangkan kutipan buku ini memakai 百谷; perbedaan itu tidak ditambahkan ke ucapan tokoh. Rujukan: CBETA, T19 no. 945, jilid 6, salinan PDF NTU.

Batas penuturan tentang penderitaan dan kesehatan

Keinginan akan sup yang tidak membahayakan tubuh adalah harapan Nenek Meng dalam cerita, bukan keterangan tentang ramuan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata. Ucapan sang hakim yang menghubungkan hukuman di alam baka dengan sakit kaki dan tenggorokan dipertahankan sebagai bagian dari kisah keagamaan. Ucapan tersebut bukan diagnosis dan tidak menjadi dasar untuk menyimpulkan kesalahan moral seseorang dari penyakit yang dialaminya.

Jilid II Bab 08

Catatan penerjemah

载入中

版本信息