Jilid II Bab 06
Catatan penerjemah
Nama dalam percakapan dan puisi
Ayu menggunakan nama Shangguan Yuhua ketika memperkenalkan diri kepada sang jenderal. Yue Fei juga disebut Yue Wumu dalam judul dan puisi lampiran; Wumu adalah gelar anumertanya. Penuturan pertemuan di alam baka dan jawaban sang jenderal tetap merupakan bagian dari narasi keagamaan buku ini, bukan catatan wawancara sejarah yang dapat diverifikasi secara langsung. Rujukan untuk gelar Wumu: Kementerian Pendidikan Taiwan, entri Yue Fei.
Empat aksara pada dinding
尽忠报国 terdiri atas empat aksara Tionghoa dan bermakna mengabdi kepada negara dengan sepenuh kesetiaan. Tulisan aslinya disertakan agar jumlah aksara yang disebut dalam kisah dapat terlihat; ungkapan Indonesianya menerangkan makna, bukan jumlah kata pada prasasti.
Suara puisi dalam lampiran
Lampiran menghimpun puisi dari penulis yang berbeda. “Man Jiang Hong” pada karya Wen Zhengming adalah nama pola lagu puisi ci; karya itu bukan puisi yang diklaim sebagai karya Yue Fei dalam percakapan sebelumnya. Judul karya Wen menyebut Siling, yang dalam konteks ini menunjuk Kaisar Gaozong. Karena itu, “diri ini” pada pertanyaan tentang kembalinya Hui dan Qin merujuk pada kedudukan Gaozong. Koleksi National Palace Museum mengaitkan kritik puisi tersebut dengan Gaozong. Itu merupakan pembacaan atas pendapat sang penyair, bukan penggantian terhadap suara tokoh dalam kisah. Rujukan: National Palace Museum, Inscription for Gaozong’s Imperial Order to Yue Fei.
Angka dan satuan dalam puisi
Li dan chi dipertahankan sebagai satuan tradisional. Ungkapan seperti sepuluh ribu li, seribu gunung, atau sepuluh ribu orang juga bekerja sebagai gambaran puitis. Angkanya tetap hadir, tanpa diubah menjadi pengukuran modern atau laporan jumlah yang pasti. Dua belas titah emas dalam puisi merujuk pada perintah yang dilambangkan oleh tanda berwarna emas, bukan medali olahraga.