Aku bertanya kepada hakim alam baka, mengapa ia harus menerima beberapa jenis hukuman sekaligus? Mengapa tidak menunggu hingga matanya pulih sebelum menerima pembalasan berupa ular api dan serigala liar?
Hakim alam baka berkata, “Hukuman-hukuman ini sama sekali tidak boleh dijalani secara terpisah, karena semasa hidup ia melihat komputer sambil langsung bermasturbasi di sampingnya, lalu memakai alat bantu seksual buatannya sendiri untuk kembali melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Itulah yang membuatnya begitu cepat datang ke neraka untuk menerima pembalasan. Setelah selesai menerima pembalasan di neraka ini, ia masih harus pergi ke Neraka Besar Raungan untuk terus menjalani hukuman. Karena bermasturbasi, ia mengikis habis seluruh berkahnya sendiri lebih awal, membuat orang tuanya sangat sedih dan berduka. Orang tua yang telah beruban harus mengantar kepergian anaknya yang masih muda. Ia adalah anak yang tidak berbakti, maka ia menerima hukuman ini. Orang-orang di dunia manusia sekarang, sejak masih kecil sudah tidak menaati kesopanan dan kebenaran, membangkang serta membantah kedua orang tua, mencaci maki mereka, bahkan memukul dan menendang mereka. Perilaku mereka lebih buruk daripada sebagian binatang rendahan. Orang yang sangat tidak berbakti di antara langit dan bumi pasti harus datang ke sini setelah mati untuk dihukum, menempa kesadaran rohnya dan memurnikan roh asalnya, sampai ia benar-benar bertobat dengan sepenuh hati dan memperbaiki kesalahannya.”
“Cukup sampai di sini hari ini. Aku masih mempunyai tugas penting, silakan datang lagi lain hari.”
“Aku, Ayu, memberi hormat dan berpamitan kepada hakim alam baka. Terima kasih, hakim alam baka!”
10. Masa Hidup Belum Habis, Tiga Jiwa Hun Sudah Direnggut Terlebih Dahulu!!!
Aku bersyukur atas berkah daya Buddha! Aku berangkat dengan menaiki teratai putih.
Amitābha! Aku, Ayu, merangkapkan kedua telapak tangan kepada hakim alam baka.
Hari ini hakim alam baka membawaku mengunjungi Neraka Cambuk dan Tongkat, salah satu neraka perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Apakah Neraka Cambuk dan Tongkat itu? Sebagian kecil dari kesadaran roh makhluk-makhluk yang masa hidupnya belum habis, yang masih hidup di dunia manusia tetapi melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila, akan ditangkap oleh petugas hantu alam baka dan dibawa ke neraka untuk dihukum. Manusia memiliki tiga jiwa hun dan tujuh jiwa po. Petugas hantu akan menangkap tiga jiwa hun dari roh yang berdosa dan membawanya ke neraka untuk menjalani hukuman. Yang dirasakan makhluk-makhluk itu di dunia manusia adalah pusing dan sakit kepala, sangat lesu, kesadarannya kabur. Ada yang dapat merasakan dirinya dipukuli dalam keadaan setengah sadar, tetapi kebanyakan mengira dirinya sedang mengalami mimpi buruk. Yang parah akan demam dan harus berbaring tidur di tempat tidur. Setelah selesai menjalani hukuman dan kembali ke dunia manusia, ada yang merasakan nyeri hebat di sekujur tubuh, seolah rasa sakitnya menembus tulang.4
Neraka Cambuk dan Tongkat ini sungguh teramat luas! Benar-benar dapat dikatakan membentang sejauh mata memandang, seperti memandang lautan di dunia manusia, tanpa terlihat di mana batasnya. Inilah neraka terbesar yang telah kukunjungi sampai saat ini. Di dalam Neraka Cambuk dan Tongkat ini terdapat banyak orang dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Thailand, juga India, Afrika, Pakistan, dan masih terlalu banyak kewarganegaraan lainnya. Ada satu hal yang sangat menyedihkan: tak terhitung banyaknya remaja dan anak-anak juga sedang dihukum di neraka ini.
Aku bertanya kepada hakim alam baka, mengapa ada begitu banyak orang? Neraka ini benar-benar luas sampai sangat mengerikan!