Hakim alam baka berkata, “Justru karena teknologi telah maju, manusia menciptakan komputer, dan situs pornografi dalam jumlah yang mencengangkan telah meracuni serta mencemari remaja dan anak-anak. Mereka semua sedang melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila dan menanam sebab untuk masuk neraka. Jumlah makhluk yang melakukan karma buruk ini terus bertambah dan melonjak. Karena itu, Buddha secara khusus menugaskanmu mengunjungi neraka, lalu kembali untuk menasihati semua makhluk agar memegang teguh Lima Kebajikan Tetap dan Delapan Kebajikan. Khususnya kaum muda, jangan sekali-kali menganggap semua ini sudah kuno dan ketinggalan zaman. Mereka harus menjaga kesucian dan menghargai diri, meninggalkan jalan menyimpang dan kembali ke jalan benar, meninggalkan kejahatan dan mengikuti kebaikan. Jika tidak, kelak mereka sulit terhindar dari hukuman neraka yang kejam, dan saat itu penyesalan sudah terlambat!”
Saat itu, aku melihat semua makhluk di Neraka Cambuk dan Tongkat sedang dipukuli keras dengan cambuk dan tongkat oleh petugas hantu. Petugas hantu di sini terus memegang cambuk dan tongkat untuk memukuli roh-roh bersalah. Roh-roh bersalah itu menjerit-jerit kesakitan, dan gelombang jeritan mereka terdengar silih berganti. Mereka dipukuli agar merenungkan kesalahan sendiri. Sebagian kecil roh bersalah, setelah jiwanya kembali ke dunia manusia dan sadar, akan sungguh-sungguh memperbaiki kesalahan masa lalu. Namun, kebanyakan kembali mengulangi perbuatannya setelah jiwanya kembali ke dunia manusia.
Aku, Ayu, ingin bertanya kepada hakim alam baka, bagaimana caranya agar makhluk-makhluk di dunia manusia percaya bahwa buku Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun ini benar-benar menggambarkan keadaan neraka saat ini? Sebab, sebagian orang mungkin merasa bahwa semua yang kuceritakan hanyalah khayalan atau rekaan sendiri, seolah sedang membaca novel, sehingga sulit membuat orang percaya.
Hakim alam baka berkata, “Dalam hal-hal yang tak terlihat, segala sesuatu memiliki sebab dan akibat. Sesuatu tidak menjadi palsu hanya karena tidak terlihat. Tak seorang pun di antara kita dapat melihat ibu melahirkan diri kita sendiri, tetapi itu adalah kenyataan yang tak terbantahkan. Sesuatu yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Tiga chi di atas kepala ada makhluk ilahi. Di alam semesta yang luas ini terdapat begitu banyak hal yang tidak dapat kita lihat, tetapi semuanya memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan kita. Hanya saja kita tidak menyadari keberadaan para Buddha, Bodhisattva, hantu, dan dewa. Kesempatan yang timbul dari jalinan sebab-kondisi serta berkah setiap orang berbeda, sehingga apa yang mereka rasakan atau alami pun tidak sepenuhnya sama. Sebab-akibat perbuatan baik dan buruk mengikuti seperti bayangan mengikuti tubuh. Bukan tidak ada pembalasan, waktunya saja belum tiba. Jaring langit terbentang luas; meski mata jaringnya renggang, tak ada yang lolos. Ayu, Buddha juga telah memilihmu dan mengatur kunjunganmu kali ini untuk melihat keadaan nyata di berbagai neraka besar. Engkau adalah seorang murid Buddha yang memegang sila dan mampu mengemban misi ini. Selesaikanlah dengan sungguh-sungguh perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang banyak ini.”5
Terima kasih atas dorongan hakim alam baka. Aku, Ayu, pasti akan mengerahkan seluruh kemampuanku untuk menyelesaikan tugas suci ini.
Saat itu, aku melihat beberapa pejabat alam baka sedang berjalan menuju Neraka Cambuk dan Tongkat. Ah! Raja Yama, Penguasa Alam Baka, telah datang. Aku, Ayu, merangkapkan kedua telapak tangan dan memberi hormat kepada Raja Yama, Penguasa Alam Baka! Ternyata alam baka masih harus memperluas Neraka Cambuk dan Tongkat ini, dan Raja Yama, Penguasa Alam Baka, datang untuk meninjau langsung. Raja Yama sedang mencermati masalah sosial besar berupa remaja di dunia manusia yang melakukan dosa perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Sekarang ternyata ini bukan hanya masalah di dunia manusia; alam baka pun langsung terkena dampaknya dan harus diperluas. Aku berkata dengan terkejut, “Sekarang tingkat neraka ini sudah begitu luas tanpa batas, masih harus diperluas lagi?”
Raja Yama, Penguasa Alam Baka, berkata, “Karena di dunia manusia terus ada remaja baru yang bergabung dalam barisan makhluk yang melanggar sila mengenai perilaku seksual. Mereka melihat situs pornografi, cakram pornografi, terbitan pornografi, bermasturbasi, dan sebagainya. Masa hidup mereka belum habis, tetapi masalah ini merusak kebajikan dan tubuh, maka mereka harus dihukum dengan keras. Di dunia manusia tidak ada hukum yang menghukum persoalan-persoalan serius ini. Hanya aku, sang raja, yang memperluas neraka dan menangkap jiwa orang-orang yang masih hidup untuk menyelesaikan sebab-akibat ini. Alam baka kami terus diperluas selama tahun-tahun ini, dan beban pekerjaan pun terus bertambah. Secara relatif, Neraka Cambuk dan Tongkat ini masih terlalu kecil saat ini. Bagaimana mungkin dapat menampung tak terhitung jiwa berdosa yang membanjir masuk setiap hari? Kuberitahukan kepadamu, orang-orang yang di dunia manusia mengabdi pada kepentingan umum dan menaati hukum, memegang sila Buddha, serta amat berbudi baik, tidak dapat ditahan oleh alam baka. Namun, siapa pun yang pernah melakukan pelanggaran sila atau hukum pasti tidak dapat lolos dari buku catatanku tentang kehidupan, kematian, kebaikan, dan kejahatan. Hukum dunia manusia mudah dielakkan, tetapi hukum alam baka tidak dapat dihindari. Sebagaimana sebabnya, demikian pula akibatnya. Di ujung langit atau pelosok lautan sekalipun, petugas hantu alam baka pasti dapat menemukanmu, kecuali engkau tidak melanggar sila maupun melakukan kejahatan. Ayu, engkau harus menjalankan tugas menyampaikan pesan ini dengan baik. Kali ini alam baka memberikan kelonggaran, mengungkapkan seluruh rahasia langit agar manusia mengetahui kenyataan neraka. Tujuannya adalah berharap agar semua makhluk menyadari kesesatannya dan kembali, melakukan kebaikan serta menghimpun kebajikan. Dengan demikian, bencana besar di dunia manusia yang ditimbulkan oleh berbagai karma sangat buruk dapat dikurangi atau dihapuskan, sehingga makhluk hidup terhindar dari kehancuran dan penderitaan. Setelah kembali, nasihatilah orang banyak agar memegang teguh Lima Kebajikan Tetap dan Delapan Kebajikan, tidak melanggar hukum negara, berbakti kepada orang tua, menghormati guru dan para tetua, menjaga kesucian serta kesopanan, dan jangan lagi menciptakan sebab-akibat yang membawa ke neraka. Baiklah, aku masih memiliki urusan dinas. Kembalilah dahulu ke dunia manusia.”
Terima kasih, Raja Yama! Terima kasih, hakim alam baka! Amitābha!
11. Hakim Alam Baka Menjawab dengan Serius: “Raja Alam Baka Kami Melihat bahwa Dunia Manusia Telah Mengeluarkan Energi Menyimpang yang Melampaui Daya Tampung!”
Syukur atas berkat para Buddha! Hampir saja hari ini aku tidak dapat menulis. Beberapa hari ini banyak rintangan menghalangiku, Ayu, pergi ke neraka. Benar-benar satu gelombang belum reda, gelombang lain sudah datang. Mula-mula komputer bermasalah sehingga aku tidak dapat mengetik, lalu makhluk nonmanusia memanfaatkan saat aku tidur untuk menggangguku habis-habisan dan menguras energi vitalku. Saat itu aku sudah mulai merasa sedikit demam dan sakit kepala, serta sangat letih. Pagi ini aku sudah dalam keadaan terserang selesma. Setiap kali aku terkena selesma, jika tekun melafalkan mantra, aku memerlukan paling sedikit 7 hari untuk sembuh; jika tidak, perlu setengah bulan.