Lima jenis biji-bijian dan ungkapan tradisional
“Lima jenis biji-bijian” mempertahankan ungkapan wugu (五谷) dalam nama neraka. Di dalam kisah, makanan yang dibicarakan mencakup jauh lebih banyak jenis, termasuk minuman; istilah itu tidak membatasi daftar makanan hanya pada lima bahan tertentu. “Air mani ayah dan darah ibu” adalah ungkapan tradisional dalam teks sumber, bukan uraian biologi reproduksi modern.
Kelaparan dan penjelasan karma
Pernyataan yang mengaitkan kekurangan makanan dengan berkah kehidupan lampau merupakan pandangan tokoh dalam buku. Pernyataan itu tidak menjadi dasar untuk menilai kesalahan moral orang atau masyarakat yang mengalami kelaparan. Penjelasan kemanusiaan tentang kerawanan pangan mempertimbangkan antara lain konflik, cuaca ekstrem, dan ketimpangan ekonomi. Rujukan: World Food Programme, Ending hunger.
Makanan rusak dan satwa liar
Ucapan tokoh tentang memberi makanan rusak kepada hewan di hutan atau laut dipertahankan demi kesetiaan pada sumber, bukan sebagai petunjuk keamanan pangan atau pengelolaan satwa. Jangan menjadikan penghematan makanan alasan untuk memakan makanan yang sudah rusak atau berjamur. Jangan pula membuangnya ke alam untuk memberi makan satwa liar. National Park Service menjelaskan bahwa pemberian makanan manusia dapat merusak pola makan dan perilaku satwa liar. NOAA juga memperingatkan bahwa makanan lama, rusak, atau tercemar dapat membahayakan mamalia laut. Rujukan: USDA FSIS, Molds on Food, National Park Service, Don't Feed Wildlife, dan NOAA Fisheries, Feeding Marine Mammals.
Jilid II Bab 09
Catatan penerjemah
Kutipan dan bilangan
Bab ini memuat kutipan dengan sumber yang berbeda: sutra, ulasan Ganying Pian, dan teguran dalam naskah Guru Yunqi. Pernyataan serta kisah hukuman mengikuti masing-masing sumber; semuanya tidak digabungkan menjadi satu percakapan yang sama. Nili adalah nama yang dipakai teks ini untuk neraka. Bilangan besar pada kutipan sutra dipertahankan melalui catatan di bawah, bukan dipastikan sebagai satu hitungan desimal modern.