Ampas tahu dan makanan rusak
腐渣 pada teguran terakhir dibaca sebagai ampas pembuatan tahu, bukan otomatis sebagai makanan busuk. Sumber leksikal historis mendefinisikannya sebagai sisa pembuatan tahu; terjemahan ini hanya mengambil penjelasan katanya, bukan anjuran pengobatan lama. Hal ini berbeda dari 秽食 dalam kisah sebelumnya. Kisah memakan makanan buangan bukan petunjuk untuk mengonsumsi makanan rusak dalam kehidupan nyata. Rujukan istilah: Shidian, Bencao Gangmu Shiyi.
Jilid II Bab 10
Catatan penerjemah
Batas penafsiran kutipan
Sebelas butir berikut mengikuti urutan kutipan Tionghoa dalam buku sumber. Beberapa susunannya singkat dan sulit dipastikan; terjemahan serta catatan penyunting mempertahankan unsur yang ada, tanpa menggantinya dengan penjelasan Inggris yang lebih lancar tetapi menghilangkan sebagian kata. Teks CBETA T15 no. 610 juga memuat susunan yang menjadi masalah tersebut. Keberadaannya dalam teks itu tidak dengan sendirinya menyelesaikan semua kemungkinan maknanya. Rujukan: CBETA, teks XML T15 no. 610.
Anjuran mengenai makan dalam bab ini berada dalam konteks latihan keagamaan. Ini bukan ukuran porsi medis atau alasan untuk mengabaikan kebutuhan gizi seseorang.
Jilid II Bab 11
Catatan penerjemah
Pernyataan tokoh dan informasi kesehatan