Jilid II Bab 13
Catatan penerjemah
Nama, penghormatan, dan wilayah
Fude Zhengshen (福德正神) adalah sebutan yang dipakai teks untuk dewa dengan berkah dan kebajikan; Tudigong atau Dewa Tanah adalah nama perannya dalam kisah. Panggilan “Kakek Dewa Tanah” merupakan sapaan hormat dan akrab, bukan pernyataan bahwa tokoh itu kakek kandung Ayu. Papan nama di rumah dibicarakan sebagai papan penghormatan untuk persembahan, bukan tanda kepemilikan tanah.
Buku membedakan dewa wilayah yang ditugaskan dengan roh penghuni rumah yang oleh penghuni disebut Dewa Tanah. Terjemahan mempertahankan pembagian menurut buku ini; penyebutan penugasan dari Langit dan dari alam baka tidak diseragamkan menjadi satu prosedur baru.
Istilah hubungan karma dan suara kisah
“Penagih utang karma” menerjemahkan 冤亲债主 sebagai istilah hubungan karma dalam cerita, bukan hanya pemberi pinjaman uang dalam kehidupan sekarang. Penjelasan tentang roh penyebab sakit kepala, cahaya tubuh, dan gangguan mesin ATM tetap merupakan penuturan keagamaan tokoh, bukan diagnosis medis atau hasil pemeriksaan teknis. Penyakit atau kesulitan sehari-hari tidak menjadi bukti kesalahan moral seseorang.
Pernyataan kisah bahwa berkah belum habis atau saat kematian belum tiba tidak berarti ancaman pembunuhan atau bahaya terhadap nyawa boleh diabaikan; orang yang menghadapi ancaman perlu segera mencari perlindungan nyata dan, jika ada bahaya langsung, menghubungi layanan darurat setempat.
Jilid II Bab 14
Catatan penerjemah