←书库

《阴律无情》

Bahasa Indonesia · 原书正文
设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…

正文阅读

正文阅读
章节目录

Tiga sebutan untuk dusta dalam penjelasan tokoh

Bab ini membedakan 真妄语 (“kebohongan sesungguhnya”), 假妄语 (“kebohongan semu”), dan 方便妄语 (“kebohongan demi kemudahan”). Menurut definisi yang diberikan Hakim di sini, kebohongan semu dilakukan sepenuhnya demi menyelamatkan makhluk hidup tanpa sedikit pun kepentingan pribadi. Contoh mengaku sudah makan agar orang lain tidak perlu memasak, sekaligus agar tidak berutang budi, disebut kebohongan demi kemudahan karena masih memuat kepentingan diri. Karena itu, dua sebutan terakhir tidak disamakan. Catatan ini menjelaskan pemakaian istilah dalam bab, bukan menambahkan izin umum untuk berdusta.

Batas penuturan keagamaan

Penjelasan tentang cahaya bawaan, penyakit, bencana, pengurangan usia, dan kecelakaan disampaikan sebagai penuturan keagamaan para tokoh. Terjemahan mempertahankan suara itu, bukan mengesahkannya sebagai diagnosis medis atau hasil penyelidikan kecelakaan. Penyakit dan musibah seseorang bukan bukti bahwa orang tersebut pernah berdusta. Istilah kalpa dipertahankan tanpa menambahkan angka tahun yang tidak disebutkan sumber.

Subjek kalimat tentang terbang kembali

Pada kalimat sumber “之后竟然可以准确的再飞回” (baris 1187), subjek yang terbang kembali tidak disebutkan secara eksplisit. Tidak dipastikan apakah yang dimaksud ialah lidah yang terputus atau ular hitam.

Jilid II Bab 15

Catatan penerjemah

Lingkup istilah ucapan sia-sia

“Ucapan sia-sia” menerjemahkan 绮语. Dalam bab ini, Hakim menjelaskannya melalui beberapa jenis ucapan: perkataan yang berlebihan atau menyesatkan, ejekan, lelucon cabul, dan karya dengan isi yang menurut tokoh menumbuhkan nafsu serta menghilangkan perhatian yang benar. Karena itu, istilah ini tidak dibatasi hanya pada obrolan tanpa tujuan; sebaliknya, daftar media seperti lagu, film, atau lukisan tidak berarti bahwa semua karya dalam media tersebut dinyatakan sebagai pelanggaran tanpa memperhatikan isi dan pengaruh yang disebut dalam kalimatnya.

载入中

版本信息