Seorang pedagang hasil laut membuka toko alat pancing, mempromosikan kegiatan memancing, lalu membantu orang lain menjalankan usaha serupa. Ia memprotes ketika dianggap bertanggung jawab atas toko yang bukan miliknya. Yanwang menjelaskan batasnya: untuk toko yang berdiri karena pengaruh iklannya, ia menanggung lima puluh persen karma dan pemilik toko lima puluh persen. Apabila pemilik itu membuka cabang kedua, bagiannya menjadi tiga puluh persen, sedangkan pemilik menanggung tujuh puluh persen. Toko yang tidak berdiri karena pengaruhnya tidak dibebankan kepadanya. Angka-angka tersebut menjelaskan pembagian tanggung jawab dalam kasus ini, bukan pembagian keuntungan usaha atau rumus bagi seluruh perbuatan.
<a id="C5-P06"></a>
Keputusan bagi pedagang itu menyebut sepuluh ribu tahun hukuman, disertai syarat bahwa semua toko yang berdiri karena pengaruhnya harus tutup sebelum ia kembali menghadap untuk diperiksa atas kesalahan lain. Jadi, jangka waktu dan syarat berhentinya pengaruh hadir bersama. Perkara karya pornografi memperlihatkan pembedaan lain. Orang yang dipaksa tampil disebut menerima hukuman seratus tahun, dengan tuntutan bertobat dan tidak mengulang; orang yang demi uang tampil dalam satu film lalu berhenti disebut menerima seribu tahun. Angka-angka itu perlu dibaca bersama keadaan yang dinyatakan. Memisahkannya dari paksaan, tujuan, atau jumlah karya akan mengubah keputusan yang sedang dijelaskan.
<a id="C5-P07"></a>
Bagi pemain yang terakhir itu, membeli kembali seluruh cakram film lalu memusnahkannya, disertai pertobatan yang tulus, disebut dapat mengurangi hukuman lima ratus tahun. Sutradara, produsen, dan pengedar mempunyai ketentuan yang dihubungkan dengan lenyapnya karya; pekerja terkait lainnya disebut menerima lima puluh ribu tahun. Bagian yang sama mengatakan bahwa pihak-pihak yang disebut kehilangan berkah dan satu tahun umur untuk setiap karya. Pada situs yang menjual atau menyediakan unduhan, baik berbayar maupun gratis, penghentian memerlukan penutupan situs dan hilangnya bahan yang diedarkan. Untuk pembuatan dan penerusan konten di situs, ada pula ketentuan tentang berhentinya pelanggaran orang yang telah terpengaruh.
Pemeriksaan, putusan, dan akibat yang tersisa
<a id="C5-P08"></a>
Pemeriksaan perkara digambarkan memakai catatan yang terperinci. Shengsi Bu, buku kehidupan dan kematian, memuat keterangan tentang perjalanan hidup; catatan baik-buruk menghubungkan tindakan dengan orang yang melakukannya. Dua dewa pengiring mencatat kebajikan dan keburukan. Ada pula Niejing Tai, tempat cermin yang menampakkan perbuatan tersembunyi. Dalam gambaran pemerintahan alam arwah, catatan itu menjawab pertanyaan yang muncul ketika penampilan seseorang berubah atau tindakan dilakukan tanpa saksi manusia. Pelaku tidak kehilangan hubungan dengan perbuatannya hanya karena dikenal dengan nama lain atau telah lahir kembali. Penjelasan buku menegaskan kesinambungan tanggung jawab melalui bahasa pencatatan tersebut.
<a id="C5-P09"></a>
Yanwang memerintah dan mengadili; panguan, yang dalam panduan ini disebut hakim, memeriksa serta menjelaskan perkara. Utusan penjemput membawa roh, sedangkan para penjaga, termasuk yaksha, mengawasi dan melaksanakan hukuman. Sebagian penjaga yang sama juga mengantar roh untuk mendengar ajaran ketika kesempatan itu diberikan. Dokumen izin, laporan ke atasan, dan keputusan memiliki fungsi berbeda. Karena itu, selembar surat atau perintah tidak selalu berarti pengampunan. Perlu dilihat siapa yang mengeluarkannya, kepada siapa ditujukan, dan tindakan apa yang diizinkan. Tatanan ini menjelaskan pelaksanaan keputusan; ia tidak menempatkan para pejabat di luar hukum yang mereka laksanakan.