<a id="C7-P10"></a>
Di rumah, perhatian kepada yang meninggal sering memperoleh bentuk melalui persembahan dan nama yang dikenang. Buku menganjurkan makanan nabati, bunga, serta buah untuk leluhur; pembacaan sutra, penyebutan nama Buddha, dan kebajikan yang dilimpahkan dipandang sebagai bantuan yang lebih baik. Paiwei ialah papan bertuliskan nama yang dipakai dalam penghormatan tersebut. Untuk yingling, sumber melarang penempatan paiwei di rumah dan menyebut balai Buddha yang bersih serta menjalankan tata cara yang sesuai ajaran sebagai tempat yang diperlukan. Bantuan balai itu tetap harus disertai pertobatan orang tua sendiri. Membayar layanan ritual tidak menggantikan pengakuan dan perbaikan yang menjadi tanggung jawab mereka.
<a id="C7-P11"></a>
Membaca sutra berarti melafalkan teks ajaran; menyebut nama Buddha atau Bodhisatwa mengarahkan perhatian kepada sosok yang dihormati; mantra merupakan rangkaian lafalan dalam latihan atau upacara tertentu. Buku memakai ketiganya dalam keadaan yang berlainan. Menyatukannya sebagai “membaca doa” saja akan menghilangkan tindakan yang sebenarnya diminta, terutama ketika jumlah pembacaan kitab disebut. Penyebaran ajaran juga mencakup mencetak dan membagikan kitab atau buku anjuran kebajikan. Ungkapan lama tentang menyerahkan tulisan kepada kayu jujube dan kastanya merujuk pada pembuatan cetakan kayu. Maksudnya ialah membuat ajaran sampai kepada pembaca lain, bukan memuja jenis kayu yang disebut.
<a id="C7-P12"></a>
Mencetak buku anjuran kebajikan dimaksudkan agar orang lain dapat membaca, mengenali kesalahan, dan mengubah perbuatannya. Dalam pesan pembukanya, Tiandi meminta agar Yinlü Wuqing ditulis dan diedarkan untuk memurnikan hati manusia. Ia juga menyatakan akan mengutus makhluk surgawi yang berjodoh untuk membantu ikrar baik orang yang meneruskan penyebarannya. Harapan itu tetap terikat pada kebajikan yang hendak dilaksanakan, bukan pada keinginan apa saja. Di samping membantu orang lain membaca, penyalur ajaran sendiri masih perlu menjaga perilakunya. Dari sini pembahasan beralih kepada tujuan latihan: kehidupan seperti apa yang ingin dicapai melalui perubahan tersebut?
8. Ke mana kehidupan dapat berlanjut
Berbagai tujuan kehidupan
<a id="C8-P01"></a>
Roh yang keluar dari tempat hukuman tidak semuanya menuju tempat yang sama. Ada yang menerima keputusan lahir sebagai manusia, ada yang memperoleh pertolongan menuju alam surgawi, dan dalam beberapa penjelasan ada yang menuju Tanah Murni Barat. Buku juga berbicara tentang tujuan yang melampaui seluruh putaran kelahiran. Perbedaan ini sudah terlihat pada kelanjutan tokoh-tokoh yang menerima bantuan: penderitaan dapat berkurang, kesempatan belajar terbuka, atau kelahiran berubah, tanpa semuanya berarti pencerahan telah sempurna. Untuk memahami tujuan latihan, kita perlu membedakan hasil-hasil tersebut dan memperhatikan syarat yang dijelaskan pada masing-masing jalan.