<a id="C3-P05"></a>
Dalam Shurangama Sutra terdapat pembahasan tentang enam akibat yang saling berhubungan, liu jiaobao. Teks itu mengaitkan pembentukan karma melalui enam kesadaran dengan akibat yang dialami melalui enam pintu indra; ulasannya menerangkan bahwa satu pintu dapat memulai suatu pelanggaran sementara yang lain ikut terlibat. Latar ini membantu membaca hubungan antara penglihatan, suara, dorongan batin, dan penderitaan tubuh dalam Yinlü Wuqing. Akan tetapi, layar komputer atau pohon berbentuk manusia merupakan adegan buku yang sedang kita baca, bukan rincian yang dengan sendirinya terdapat dalam petikan sutra tersebut. Penjelasan latar dan adegan khusus tetap mempunyai sumber masing-masing.
Sila dalam keseharian
<a id="C3-P06"></a>
Mengisi daya ponsel pribadi di kantor dapat terasa seperti pemakaian kecil yang tidak perlu dipikirkan. Dalam uraian lima sila, justru izin perusahaanlah yang menentukan persoalannya. Memakai listrik, telepon, mesin fotokopi, atau mesin faks untuk urusan sendiri tanpa persetujuan termasuk dalam pembahasan mengambil yang tidak diberikan. Demikian pula membawa pulang alat tulis kantor. Larangan mencuri, salah satu dari lima sila, tidak berhenti pada mengambil benda yang mahal. Buku mengajak pembacanya memperhatikan siapa yang mempunyai hak atas sesuatu dan apakah penggunaan tersebut benar-benar diizinkan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan orang di sekelilingnya.
<a id="C3-P07"></a>
Lima sila juga melarang membunuh, perilaku seksual yang dinilai menyimpang, ucapan dusta, dan penggunaan minuman atau bahan yang memabukkan. Rumusannya singkat, tetapi cakupannya dalam buku cukup rinci. Larangan membunuh mencakup makhluk selain manusia. Dalam penjelasan makanan, Ayu menyampaikan anjuran vegetarian yang ketat, termasuk meninggalkan susu, telur, dan madu. Larangan seksual mencakup hubungan di luar perkawinan, hubungan sebelum menikah, serta batas tertentu bagi pasangan yang telah menikah. Pornografi dan alat yang digunakan untuk membangkitkan dorongan seksual juga dibicarakan. Rincian hubungan pasangan perlu dibaca bersama keadaan dan pengecualian yang dijelaskan dalam bab keluarga.
<a id="C3-P08"></a>
Ketentuan tentang alkohol meliputi makanan yang diberi sedikit alkohol, bukan hanya minuman yang membuat orang mabuk. Pembahasan berikutnya menempatkan merokok dalam lingkup sila kelima dan memperluas perhatian kepada bahan yang merusak kejernihan berpikir. Namun, jawaban tentang pengobatan memberi pengecualian tertentu: alkohol dapat dipakai di luar tubuh untuk berobat. Untuk obat yang diminum, keadaan yang disebut ialah penyakit berat yang mengancam nyawa, obat harus dicampur alkohol, dan tidak tersedia pengganti. Memasak dengan sedikit alkohol untuk memperoleh rasa bukan keadaan yang sama. Sumber membedakan pemakaian sehari-hari dari kebutuhan pengobatan dengan syarat-syarat tersebut.
<a id="C3-P09"></a>