Bahasa Indonesia / 背景知识导读 / 阅读

《阴律无情》文化导读 · ID

正文阅读

设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
正文阅读

<a id="C8-P02"></a>

Kelahiran kembali sebagai manusia memberi kesempatan hidup di tengah keluarga, menerima ajaran, dan menjalankan sila. Orang yang meninggalkan Mingguang Chuzhuan Tang, misalnya, tetap perlu menghadapi kebiasaan serta akibat yang dibawa ke kehidupan barunya. Kesempatan itu dapat dipakai dengan baik atau disia-siakan. Karena itu, mendapatkan tubuh manusia dihargai sebagai keadaan yang memungkinkan latihan, bukan tanda bahwa seluruh pekerjaan telah selesai. Makanan, kesehatan, dan hubungan dengan orang lain menjadi bagian dari kesempatan tersebut. Ketika buku meminta manusia menggunakan tubuh untuk berlatih, perhatian diarahkan kepada apa yang dikerjakan selama kemampuan itu masih tersedia.

<a id="C8-P03"></a>

Alam surgawi menawarkan kehidupan yang lebih baik berkat kebajikan dan sila. Akan tetapi, tian, alam dewa, masih termasuk di dalam putaran kelahiran. Tingkat-tingkatnya juga tidak tunggal: pembahasan tentang bantuan bagi anak menyebut alam keinginan, alam berbentuk, dan alam tanpa bentuk. Kesenangan yang lebih besar serta keberadaan yang lebih halus masih mempunyai sebab yang menopangnya. Kisah asal manusia yang telah dibahas memperlihatkan bahwa makhluk surgawi pun dapat berubah ketika melekat pada sesuatu. Jadi, meningkatnya keadaan hidup perlu dibedakan dari berakhirnya keterikatan yang membuat kelahiran terus berulang. Latihan masih mempunyai pekerjaan setelah keadaan menjadi lebih nyaman.

<a id="C8-P04"></a>

Harapan untuk kembali ke asal surgawi dinyatakan Tiandi melalui bahasa tianji. Jalan yang diberikannya mencakup pertobatan, memperbaiki kesalahan, berbuat baik, memurnikan hati, dan berlatih. Di bagian lain, perubahan makhluk diterangkan melalui pulihnya cahaya batin yang sebelumnya gelap. Cahaya itu muncul dalam gambaran Ayu ketika orang benar-benar menyesal dan menerima ajaran. Kedua uraian tersebut bertemu pada perubahan perilaku serta batin, tetapi istilahnya tidak perlu dijadikan satu urutan tingkat yang berlaku bagi setiap tokoh. “Kembali ke asal”, “cahaya bertambah”, dan “menerima izin lahir kembali” masing-masing mengatakan sesuatu yang tertentu dalam percakapan tempat istilah itu muncul.

Tanah Murni dan pembebasan

<a id="C8-P05"></a>

Tanah Murni Barat, Sukhavati, dihubungkan dengan Buddha Amitabha. Ini adalah negeri Buddha tempat makhluk memperoleh keadaan yang mendukung pembelajaran dan kemajuan menuju pencerahan. Ketika keluarga melimpahkan jasa, tujuan yang diucapkan dapat berupa kelahiran di sana; buku juga menyebut negeri Buddha lainnya. Amitabha tidak menjalankan jabatan yang sama dengan Tiandi, dan Tanah Murni tidak sekadar nama lain bagi alam surgawi. Dalam pembahasan bantuan bagi anak, kelahiran di Tanah Murni bahkan disebut sangat jarang serta dikaitkan dengan keadaan kebajikan yang sesuai. Harapan akan tujuan tersebut disertai latihan dan sebab pendukung, bukan hanya pemilihan nama tempat yang paling menyenangkan.

<a id="C8-P06"></a>

载入中

版本信息