Bahasa Indonesia / 背景知识导读 / 阅读

《阴律无情》文化导读 · ID

正文阅读

设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
正文阅读

Menyebut nama Buddha, membaca ajaran, menjaga sila, dan melimpahkan jasa hadir bersama dalam uraian jalan tersebut. Penyebutan nama dapat dilakukan berulang dalam kehidupan sehari-hari; kesungguhan menjalaninya berkaitan dengan apa yang dipelihara dalam pikiran dan apa yang dilakukan terhadap sesama. Kitab yang dibaca memberi ajaran untuk dipelajari, bukan hanya jumlah bacaan untuk diselesaikan. Perbedaan tindakan ini membantu memahami mengapa buku tetap membicarakan pertobatan dan kebajikan ketika menyebut harapan lahir di Tanah Murni. Yang dipersiapkan ialah orang yang akan menjalani kelahiran tersebut, melalui perubahan yang berlangsung selama ia masih hidup.

<a id="C8-P07"></a>

Pembebasan dari tiga alam mempunyai cakupan yang lebih jauh daripada kehidupan manusia atau surgawi yang baik. Pada bagian akhir buku, Chenghuang menghubungkannya dengan menjaga sila, menyebut nama Buddha, menjalankan kebajikan tersembunyi, dan membangkitkan bodhicitta yang bebas dari kepentingan pribadi. Yinde, kebajikan tersembunyi, mencakup kebaikan yang tidak dilakukan untuk dikenal atau dipuji. Bodhicitta mengarahkan latihan kepada pencerahan dan pembebasan makhluk dari penderitaan. Dengan arah ini, memperbaiki keadaan diri sendiri belum menjadi tujuan terakhir. Latihan mengusahakan agar keinginan memperoleh manfaat pribadi tidak terus mengikat perbuatan, bahkan ketika tindakan yang dilakukan tampak baik.

<a id="C8-P08"></a>

Hal itu dapat diperhatikan ketika memberi bantuan. Orang mungkin sudah menyerahkan sesuatu yang diperlukan penerima, tetapi masih menunggu pujian, keuntungan, atau balasan. Bantuan itu sungguh terjadi; harapan memperoleh sesuatu bagi diri sendiri juga masih ada. Buku meminta pelaku mengenali keduanya, lalu menumbuhkan niat yang semata-mata hendak mengurangi penderitaan makhluk. Dalam penjelasan Chenghuang, bahkan sedikit kepentingan pribadi masih mempunyai buah yang harus diterima. Karena itu, kemurnian hati bukan tambahan kata untuk membuat ikrar terdengar lebih luhur. Ia menyangkut alasan yang tetap bekerja ketika seseorang memutuskan menolong, ketika pertolongan dilakukan, dan ketika perbuatannya sudah berlalu.

Melanjutkan perubahan

<a id="C8-P09"></a>

Bagi orang yang merasa karma buruknya terlalu berat dan belum mempunyai keteguhan menjaga sila, Chenghuang memberi titik mulai yang dapat dijalankan: menyesali perbuatan buruk terdahulu, berikrar mempunyai hati yang teguh menjaga sila sepanjang kehidupan berikutnya, menyebut nama Buddha, menjalankan vegetarianisme, dan sungguh-sungguh berbuat baik. Nasihat ini tidak menuntut orang menunggu dirinya sempurna sebelum mulai. Namun, ia juga tidak menjadikan niat baik sebagai pengganti tindakan. Keteguhan dibentuk dengan melaksanakan latihan tersebut dan kembali menegakkannya ketika kebiasaan lama muncul. Perubahan bertahap mempunyai isi berupa hal-hal yang benar-benar dilakukan, bukan hanya keyakinan bahwa suatu saat semuanya akan lebih baik.

<a id="C8-P10"></a>

Tanggung jawab yang paling dekat tidak perlu ditinggalkan demi mencari tindakan yang tampak lebih besar. Merawat keluarga, bekerja tanpa menipu, dan memenuhi kewajiban sendiri menjadi tempat menjalankan sila. Pada saat yang sama, Diting mengingatkan agar kemampuan yang tersedia juga digunakan untuk membantu orang lain. Kedua arah ini dapat berjalan bersama: kepentingan keluarga tidak dijadikan alasan menyakiti orang di luar keluarga, dan keinginan tampil sebagai penolong tidak membuat kewajiban sehari-hari diabaikan. Uraian tentang menjalankan bagian masing-masing membawa cita-cita luas kembali kepada perbuatan yang dapat dipertanggungjawabkan oleh pelakunya sendiri.

载入中

版本信息