Bahasa Indonesia / 背景知识导读 / 阅读

《阴律无情》文化导读 · ID

正文阅读

设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
正文阅读

<a id="C7-P01"></a>

Membangun jembatan, memberi kepada orang miskin, menyelamatkan hewan, dan membaca sutra disebut ketika Ayu menanyakan bantuan bagi anak yang tidak sempat lahir. Semua itu dilakukan orang yang masih hidup, tetapi kebajikannya dapat diarahkan kepada anak tersebut. Gongde, jasa kebajikan, menunjuk manfaat rohani dari tindakan baik yang dijalankan dengan niat yang sesuai. Hakim menekankan keinginan membebaskan makhluk dari kesulitan, tanpa menuntut balasan dan tanpa terus melekat pada kebaikan yang telah dilakukan. Karena itu, besarnya jasa tidak dijelaskan hanya melalui harga pemberian. Maksud orang yang membantu dan caranya memperlakukan penerima tetap menentukan.

<a id="C7-P02"></a>

Huixiang, pelimpahan atau pengarahan jasa kebajikan, berarti mengarahkan jasa dari perbuatan baik kepada tujuan dan makhluk yang hendak dibantu. Orang yang membangun jembatan benar-benar membuat sarana bagi orang yang melintas; ia kemudian dapat mengarahkan jasa perbuatan itu kepada keluarganya yang telah meninggal atau kepada makhluk lain. Dalam penjelasan tentang yingling, roh anak yang tidak lahir, hakim menyebut pembagian tertentu: dari tujuh bagian jasa, pelaku kebajikan menerima enam bagian dan anak menerima satu. Pembagian ini berada dalam uraian pertolongan tersebut. Ia tidak menjadikan anak pelaku dari tindakan orang tuanya dan tidak menghapus perlunya orang tua berbuat baik sendiri.

<a id="C7-P03"></a>

Sumber juga menyebut pembacaan Sutra Ksitigarbha sekurang-kurangnya empat puluh sembilan kali sampai selesai. Satu kali berarti satu kitab lengkap, bukan satu bab. Angka empat puluh sembilan muncul lagi sebagai jumlah hari dalam kisah seorang ibu: sesudah membaca empat puluh sembilan kali, terus berikrar besar dan melakukan kebajikan, anaknya dapat beralih ke keadaan lebih baik pada hari keempat puluh sembilan sejak penghentian kehamilan. Hakim menyebutnya catatan tercepat dan sangat jarang, bukan jadwal yang otomatis berlaku bagi setiap keluarga. Kedalaman hubungan sebelumnya, permusuhan anak, dan kebajikan yang dilakukan ikut dibicarakan. Sang ibu kemudian digambarkan terus berlatih dengan tulus serta memberi manfaat kepada orang lain.

<a id="C7-P04"></a>

Kebajikan juga mencakup latihan yang lebih luas daripada satu pemberian. Enam paramita mempertemukan kemurahan hati dengan sila, kesabaran, ketekunan, pemusatan batin, dan kebijaksanaan. Memberi kepada orang lain menjadi bagian dari pembentukan diri, bukan pengganti bagi lima latihan lainnya. Bodhicitta memberi arah kepada usaha itu: mengusahakan pencerahan sekaligus menolong makhluk yang menderita. Dalam bahasa buku, orang belajar memurnikan niat sambil menjalankan pertolongan. Keinginan agar keluarga sendiri bebas dari penderitaan dapat berkembang menjadi perhatian kepada keluarga lain, orang miskin, serta kehidupan yang tidak mempunyai hubungan pribadi dengannya. Jasa kebajikan kemudian diarahkan kepada tujuan yang semakin luas.

Pertolongan dan tanggapan penerimanya

<a id="C7-P05"></a>

载入中

版本信息