Sebagai perempuan, seseorang harus menjaga perilakunya. Ketika kehidupan asmaranya mengalami perubahan, ia harus memberi perhatian khusus untuk mengintrospeksi diri dan tidak melakukan tindakan yang melampaui batas. Jika tidak, kehilangan kesucian berarti melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila berarti menanam sebab buruk bagi penderitaan neraka yang tak terukur dan tak berbatas. Di sini aku berharap semua perempuan di seluruh dunia dapat menjaga kesucian mereka.
Adapun hubungan seksual pranikah, hal itu sangat merusak hakikat rohani manusia yang bercahaya. Sejak lahir, pada masa keperjakaan atau keperawanan, hakikat rohani setiap orang bercahaya, hanya saja tingkat cahayanya berbeda-beda. Kemudian, seiring pencemaran di dunia manusia, cahaya ini perlahan meredup, bahkan menjadi kelabu dan gelap. Ketika menjadi kelabu dan gelap, orang akan mulai mengalami malapetaka. Tentu saja, sebagian orang dapat memulihkan hakikat rohani yang kelabu dan gelap itu menjadi bercahaya kembali dalam kehidupan ini melalui latihan spiritual.
Pernikahan sebenarnya memberi kita manusia kesempatan untuk meneruskan garis keturunan. Hubungan seksual dalam tatanan hubungan manusia dilakukan untuk meneruskan garis keturunan. Dalam keseharian pun hal itu tidak boleh dilakukan secara berlebihan, karena akan mengurangi berkah dan usia kita. Menurut hukum alam baka, manusia harus menaati dengan ketat aturan yang melarang hubungan seksual pranikah untuk melindungi kebajikan dirinya. Hubungan seksual baru boleh dilakukan mulai hari pernikahan. Jika hubungan seksual sudah dilakukan sebelum menikah, itu termasuk perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Sekalipun kemudian menikah dengan orang yang sama, itu tetap merupakan pelanggaran dan akan mengurangi berkah serta usia. Jika sebelum menikah seseorang melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang lawan jenis, berkah yang berkurang akan lebih banyak lagi, dan ia juga menanam sebab buruk yang membawa ke neraka. Untuk perinciannya, setiap kasus harus dilihat tersendiri, lalu ditentukan berdasarkan jenis perilaku seksual yang menyimpang dari sila yang benar-benar dilakukannya.
Ketika kita melakukan hubungan seksual pertama sebelum menikah, sejak saat kehilangan keperjakaan atau keperawanan itu, cahaya hakikat rohani kita sendiri akan meredup. Keredupan ini akan menyebabkan kemerosotan dalam aspek-aspek lain, termasuk berkurangnya berkah, keberuntungan dalam keuangan, dan usia. Karena itu, semua orang harus memperhatikan persoalan ini. Jangan hanya karena dorongan cinta dan hasrat sesaat, lalu melakukannya sesuka hati dan menyia-nyiakan tubuh manusia yang berharga, yang diperoleh melalui kelahiran di dunia manusia. Ada banyak hal yang perlu diusahakan selagi masih muda.
Daya pikiran dan tenaga kita seharusnya digunakan untuk melakukan hal-hal yang bermakna, bukan dihabiskan dalam kemelekatan pada cinta dan hasrat diri sendiri. Selain tidak bermakna, hal itu juga menanam sebab buruk yang membawa ke neraka.”
“Baiklah, Ayu! Cukup sampai di sini untuk hari ini. Pulanglah dahulu, datang lagi lain kali.”
“Amitābha! Terima kasih atas ajaran Hakim Alam Baka!”
Aku, Ayu, merangkapkan kedua telapak tangan dan membungkuk sebagai ungkapan terima kasih! Aku pulang dengan menaiki teratai putih!
26. Misteri Manusia Tewas Disambar Petir dalam Hukum Alam Baka
Amitābha! Aku, Ayu, merangkapkan kedua telapak tangan untuk memberi hormat kepada hakim alam baka!