Bahasa Indonesia / 原书正文 / 阅读

《阴律无情》

正文阅读

设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
正文阅读
章节目录

Penjelasan atas Kitab Kaisar Suci Guan tentang Menjauhi Pelanggaran Seksual

Nasihat Mustika Kaisar Suci Wenchang untuk Menjauhi Pelanggaran Seksual

Daftar Masa Pantang untuk Menjaga Tubuh dan Kehidupan serta Pantangan Langit, Bumi, dan Manusia dalam Shoukang Baojian yang Diperluas dan Disunting oleh Mahaguru Yinguang

Kisah Saya dengan Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun

0. Prakata Penulis

Amitābha! Salam kepada semuanya!

Aku bersyukur kepada Buddha yang telah memberikan kesempatan suci kepadaku, seorang pelajar yang masih pemula, untuk menulis buku Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun. Aku, Ayu, sungguh merasa malu karena berbagai rintangan karma diriku membuatku belum mampu menyelesaikan buku ini secepatnya sesuai kehendak Buddha dan Langit. Melalui kesempatan ini, aku menyampaikan pertobatan yang mendalam kepada semua orang. Aku akan meneladani semangat cinta kasih agung tanpa syarat dan welas asih agung yang memandang semua makhluk sebagai satu kesatuan dengan diri sendiri, sebagaimana dimiliki para Bodhisattva Mahāyāna, untuk melanjutkan dan menyelesaikan penulisan bagian Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun yang masih tersisa.

Sejak mulai menulis Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun, selain bertambahnya pengetahuan dan pengalaman, aku juga menghadapi berbagai kejadian yang belum pernah kualami sepanjang hidup. Semua itu sungguh sangat menguji keteguhan batin dan menguras tenaga serta semangatku. Ketika kondisi mental dan tenagaku kurang baik, aku tidak dapat pergi ke neraka. Akibatnya, waktu penulisan pun tertunda, yang secara langsung menyebabkan buku Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun terus terlambat diselesaikan.

Kesan paling mendalam yang kuperoleh dari menulis Hukum Alam Baka yang Tak Kenal Ampun adalah pemahaman yang sungguh dalam tentang pentingnya menaati sila. Banyak orang merasa bahwa menaati sila terlalu jauh dari kehidupan mereka; itu urusan para praktisi yang meninggalkan kehidupan berumah tangga dan tidak ada kaitannya dengan kita, manusia biasa. Pemikiran semacam ini sungguh tidak selaras dengan sebab dan akibat, juga tidak sesuai dengan hukum alam baka. Sesungguhnya, semua orang yang mencapai keberhasilan spiritual besar harus menjaga berbagai sila dengan saksama sesuai prinsip dan Dharma sejak masih menjadi manusia biasa pada tahap menanam sebab.

Menaati sila adalah landasan menjadi manusia. Siapa pun yang menaati lima sila akan memiliki berbagai jasa kebajikan. Siapa pun yang melanggar sila tidak dapat lolos dari hukum alam baka yang tanpa ampun mengurangi berkah dan umur. Jika pelakunya adalah seorang penganut Buddha yang menjalankan sila, ia akan menanggung satu pelanggaran sila tambahan. Kelak, ia sendirilah yang harus menanggung seluruh buah penderitaannya.

载入中

版本信息