←书库

《阴律无情》

Bahasa Indonesia · 原书正文
设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
校对

正文阅读

正文阅读
章节目录

Penderitaan Raja Yama, Penguasa Tertinggi Alam Baka, akibat pasir besi panas yang dituangkan ke tenggorokannya adalah buah dari tekadnya dahulu untuk membalas dendam. Setiap hari di dunia manusia, ada orang yang mengucapkan tekad buruk, besar maupun kecil. Ketika siapa pun mengucapkan tekad buruk, cahaya tubuhnya seketika meredup. Medan magnet negatif dari tekad buruk itu akan mengikat erat orang yang mengucapkannya dalam kehidupan demi kehidupan.

Jika cahaya tubuh bawaan seseorang mengalami kerusakan, kehidupannya akan penuh rintangan dan jauh lebih berat, kecuali ia segera bertobat dengan tulus sampai bersih, lalu tidak pernah mengulanginya lagi. Jika sebelum buah tekad buruk itu matang, karma baik orang yang mengucapkannya lebih ringan daripada karma buruknya, dan ia terus tidak berkesempatan bertemu pembimbing yang bijaksana untuk menuntunnya bertobat, kehidupannya akan terbelenggu oleh medan magnet negatif tekad buruk itu sampai buah buruknya matang. Pada saat itu, penderitaannya tak terukur.

Aku berharap Ayu segera menyelesaikan tulisan ini dengan baik untuk memberi tahu semua orang agar tidak pernah mengucapkan tekad buruk dalam keadaan apa pun. Mereka yang pernah mengucapkannya harus segera bertobat. Sebaliknya, tekad baik boleh diucapkan tanpa batas, lalu diwujudkan dalam tindakan dan diusahakan dengan sungguh-sungguh sampai terlaksana.

Saat ini, di dunia manusia terlalu banyak orang yang melanggar sila dan sangat sedikit yang memeliharanya. Medan magnet besar secara keseluruhan tidak baik. Ini pun merupakan salah satu faktor besar yang membuat pikiran manusia mudah menyimpang ke arah yang salah.

Jika ada makhluk berperasaan yang, karena karma hitamnya terlalu berat, untuk sementara belum memiliki berbagai sebab dan kondisi yang memadai untuk memelihara sila, janganlah khawatir atau berkecil hati. Jika karma tidak berat, seseorang tidak akan terlahir di dunia Sahā. Pertama-tama, bangkitkan niat untuk bertobat atas karma hitam masa lampau. Kemudian ucapkan tekad agar dalam kehidupan demi kehidupan diri sendiri memiliki keteguhan hati yang sempurna untuk memelihara sila. Sertakan pula pelafalan nama Buddha, pola makan vegetarian, dan pelaksanaan berbagai perbuatan baik dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian, mutu kehidupan yang akan datang pasti perlahan meningkat. Hanya cara ini pula yang dapat benar-benar menghapus karma buruk sampai tuntas, membebaskan diri dari penderitaan selamanya, dan membuat masa depan selangkah demi selangkah menuju terang.

Makhluk berperasaan yang memiliki kesempatan untuk membaca tulisan ini semuanya telah mengumpulkan sejumlah berkah pada masa lampau. Jika mereka dapat menyebarluaskan kembali dan memberitahukannya kepada orang lain, alam baka akan mencatat dua jasa kebajikan. Jika mereka hanya memperbaiki diri sendiri, alam baka juga akan mencatat satu jasa kebajikan.

Baiklah! Malam ini, aku, Chenghuang, juga sudah menjelaskan dengan terang prinsip-prinsip yang berkaitan dengan pengucapan tekad buruk. Waktu sudah larut dan di dunia manusia pun hampir fajar. Ayu, segeralah pulang untuk menyelesaikan tulisan ini dengan baik. Jika kelak diperlukan, engkau dipersilakan datang lagi kapan saja.”

Ayu berkata, “Baik! Hormat sedalam-dalamnya kepada Chenghuang! Terima kasih, Chenghuang! Hormat sedalam-dalamnya kepada Hakim! Terima kasih, Hakim! Ayu pulang dahulu. Namo Amitābha!”

Aku pulang dengan menaiki teratai putih!

Peraturan Alam Baka tentang Hukuman atas Pelanggaran Seksual

载入中

版本信息