Aku, Ayu, ingin bertanya lagi kepada hakim alam baka, “Mengapa hukuman di neraka perilaku seksual yang menyimpang dari sila semacam ini tampaknya begitu modern, dengan alat siksa berupa komputer, cermin es yang memancarkan cahaya, dan sebagainya?” Hakim alam baka berkata, “Neraka adalah bayangan dunia manusia. Begitu makhluk-makhluk di dunia manusia memproduksi benda modern yang melanggar sila, neraka juga segera menambahkan alat siksa serupa untuk menghukum makhluk-makhluk tersebut. Betapa majunya teknik kecantikan di dunia manusia sekarang. Cukup mengeluarkan sejumlah uang, kapan saja orang dapat mengubah penampilan seluruh tubuhnya tanpa diketahui siapa pun. Di dunia manusia mungkin ia berhasil menipu dan lolos. Namun, menurut hukum alam baka, jangankan sekadar mengubah penampilan, bahkan orang yang sudah bereinkarnasi selama beberapa kehidupan pun dapat segera ditemukan oleh Raja Alam Baka kami, lalu dibawa kembali untuk menjalani hukuman mati. Ayu, setelah kembali, nasihatilah makhluk-makhluk di dunia manusia dengan sungguh-sungguh. Mereka harus mengabdi pada kepentingan umum dan menaati hukum, berbakti kepada orang tua, serta menjalankan cinta kasih, kebenaran, kesopanan, kebijaksanaan, dan sifat dapat dipercaya. Jangan katakan bahwa ini hanyalah perkataan usang yang diulang-ulang. Ketahuilah bahwa semua ini merupakan hukum untuk menjaga keseimbangan peredaran dan perubahan langit dan bumi yang semestinya. Siapa pun yang tidak menjalankannya akan tersingkir secara alami dan dihukum oleh sebab-akibat.
Baiklah! Cukup sampai di sini hari ini. Silakan pulang dahulu dan datang lagi lain kali.”
Aku, Ayu, bersujud memberi hormat dan berpamitan kepada hakim alam baka!
12. Neraka Roda Gigi, Serigala, dan Ular
Syukur atas perlindungan kekuatan Buddha! Sungguh terlalu banyak hal yang patut kusyukuri!
Terima kasih, Buddha! Syukur atas kitab-kitab Dharma agung yang tiada banding yang diwariskan Buddha!
Aku, Ayu, sangat menyukai sutra Buddha, terutama mempelajari langsung teks kitab aslinya. Perasaan seakan menghadiri sendiri pertemuan Dharma, seolah berada di Gunung Puncak Hering di India 2.500 tahun lalu dan mendengar langsung Buddha membabarkan suara Dharma bodhi yang indah tiada banding, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata sederhana. Sebaiknya kalian sering mempelajari teks kitab asli. Ada begitu banyak prinsip kehidupan yang mendalam dan menakjubkan, dan jawaban untuk semuanya dapat ditemukan satu demi satu di dalam kitab.
Dalam seluruh kitab, Buddha mengajari kita bagaimana menjadi pribadi yang baik. Kitab-kitab itu menjelaskan dengan sangat terang setiap rincian tentang memegang sila sebagai sebab bagi bodhi, menjalankan enam pāramitā dan segenap praktik kebajikan, serta berlatih dengan tekun hingga mencapai pencerahan benar dan sempurna yang tiada banding. Pada awalnya mungkin ada rekan se-Dharma yang tidak memahami makna kitab. Sebenarnya tidak apa-apa. Asalkan terus mempelajarinya setiap hari, lambat laun pasti akan mulai mengerti. Yang terpenting adalah tekun setiap hari. Ketika aku, Ayu, baru mulai mempelajarinya, setiap kali membaca aku merasa isinya sangat luhur, tetapi sesudahnya langsung lupa semuanya. Di kepalaku hanya tersisa kesan bahwa isinya sangat luhur, sedangkan apa yang dikatakannya sama sekali tidak dapat kujelaskan. Berat sekali rintangan karmaku! Namun, karena aku menyukai kitab-kitab itu, sekalipun lupa aku tetap membacanya setiap hari. Setelah menjalani hari-hari seperti ini selama beberapa tahun, aku menyadari bahwa aku mulai dapat mengingat sebagian, atau secara alami memahami beberapa prinsip pada waktu dan tempat yang berbeda. Karena itu, ketekunan sangat penting. Semoga kita semua bersama-sama memanfaatkan saat masih memiliki tubuh manusia yang sehat. Kita harus lebih banyak mempelajari kitab. Hidup manusia tidak kekal; bila satu tarikan napas berikutnya tidak datang, kita sudah memasuki kehidupan selanjutnya. Jika sungguh ingin membalas budi Buddha, hanya dengan bersungguh-sungguh berlatih dan memegang sila barulah kita menjadi murid Buddha sejati! Marilah bersama-sama berusaha dengan tekun untuk memegang sila!
Aku berangkat dengan menaiki teratai putih! Amitābha! Aku, Ayu, merangkapkan kedua telapak tangan kepada hakim alam baka!
Hari ini hakim alam baka membawaku mengunjungi sebuah Neraka Roda Gigi, Serigala, dan Ular. Makhluk-makhluk yang datang untuk dihukum di neraka ini adalah laki-laki yang semasa hidup suka melakukan hubungan seksual dengan dua perempuan sekaligus, atau perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan dua laki-laki sekaligus. Kami tiba, dan kembali terdengar jeritan kesakitan yang sangat keras!