Kṣitigarbha sungguh memiliki cinta kasih agung tanpa syarat dan belas kasih agung yang memandang semua makhluk sebagai satu kesatuan dengan dirinya. Dalam cahaya Buddha yang murni dan penuh belas kasih dari Bodhisattva terdapat suara Dharma yang tak terukur. Aku, Ayu, juga ingin meneladani hati Kṣitigarbha yang penuh cinta kasih dan belas kasih agung untuk melayani semua makhluk. Berkat daya pemberkatan cahaya Kṣitigarbha yang murni dan penuh belas kasih, neraka menjadi sejuk.
Aku, Ayu, ingin menjelaskan kepada semua orang bahwa neraka sangat luas dan terbagi dalam berbagai jenis. Yang sedang kukunjungi sekarang adalah Neraka Perilaku Seksual yang Menyimpang dari Sila. Neraka Perilaku Seksual yang Menyimpang dari Sila ini merupakan nama umum, yakni salah satu neraka besar dalam keseluruhan neraka. Di bawah Neraka Perilaku Seksual yang Menyimpang dari Sila terdapat lagi 18 neraka kecil. Kedelapan belas neraka kecil itu memberikan pembalasan dosa yang berbeda-beda sesuai dengan sifat perilaku seksual yang menyimpang dari sila yang dilakukan. Ada orang yang mungkin sepanjang hidupnya hanya melakukan dosa berupa hubungan seksual pada waktu yang tidak semestinya (yaitu melakukan hubungan seksual pada tanggal 1 dan 15 bulan lunar, enam hari uposatha, hari kelahiran para Buddha dan Bodhisattva serta hari para dewa berkeliling memeriksa kebaikan dan kejahatan di dunia manusia, pada siang hari, pada hari perayaan keluarga atau peringatan kematian kerabat, atau ketika kedua pihak, laki-laki dan perempuan, sedang sakit), di tempat yang tidak semestinya (di luar titik tengah ranjang suami istri; bahkan jika laki-laki berdiri di lantai di samping ranjang dan perempuan berbaring di tepi ranjang, itu juga termasuk tempat yang tidak semestinya, apalagi di tempat lain), atau pada bagian tubuh yang tidak semestinya (selain jalan lahir perempuan, semua bagian tubuh lainnya termasuk bagian yang tidak semestinya). Dalam hal itu, ia hanya perlu menerima pembalasan berupa menelan bola besi. Sebenarnya, hukuman yang dijalani di setiap neraka sangat menyakitkan.
Aku, Ayu, memberi hormat kepada hakim alam baka! Hari ini aku ingin meminta penjelasan kepada hakim alam baka tentang persoalan homoseksualitas. Hakim alam baka berkata, “Homoseksualitas juga termasuk dosa perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Setelah akhir usia, pelakunya masuk ke Neraka Asosiasi Pikiran, bagian dari Neraka Perilaku Seksual yang Menyimpang dari Sila, untuk menjalani hukuman selama 500 tahun. Jika ia juga melakukan perilaku seksual lain yang menyimpang dari sila, ia kemudian akan berpindah-pindah ke neraka perilaku seksual yang menyimpang dari sila lainnya untuk menerima pembalasan.”
Saat itu hakim alam baka segera membawaku ke Neraka Asosiasi Pikiran. Semua roh laki-laki dan perempuan di sini sedang menerima buah karma yang sama. Kulihat ada sedikit perbedaan dalam waktu ketika roh-roh laki-laki dan perempuan ini menjalani hukuman pohon manusia. Mungkin aku akan mengerti jika terus mengamatinya. Di antara mereka ada satu roh laki-laki yang kukenal. Bukankah ini BLX? Ia seorang bintang penyanyi yang sangat terkenal. Semasa hidup, ia memiliki banyak penggemar laki-laki dan perempuan serta telah menggelar banyak konser. Saat ini kulihat ia tampak sedang memikirkan sesuatu. Lalu datanglah sebatang pohon berbentuk manusia yang dapat berjalan. Ketika melihatnya, ia dengan gembira bergandengan tangan dengan pohon itu, lalu hendak memeluknya dan bermesraan. Pohon itu segera mengikatnya dengan ranting dan daun, lalu terus memukuli kepalanya dengan dahan. Setelah kepalanya dipukuli hingga pecah, berlumuran darah, dan ia pingsan seperti mati, daun-daun pohon itu mengembus ke arahnya dan ia mulai pulih perlahan. Setelah itu, pohon manusia tersebut pergi.
Melihat hal itu, aku bertanya kepada hakim alam baka, “Apakah setelah pohon itu pergi, berarti hukumannya sudah selesai?” Hakim alam baka berkata, “Tidak! Sebab homoseksualitas merupakan suatu bentuk cinta yang keliru dalam pikiran. Roh-roh yang baru saja kaulihat semuanya terlebih dahulu memikirkannya, barulah menarik kedatangan pohon manusia. Ada yang selang waktu antara pikiran-pikiran itu lebih panjang, yang menunjukkan bahwa hasrat cinta semacam ini lebih ringan. Semakin cepat pikiran itu timbul, semakin berat pembalasan yang diterima.”
Aku bertanya kepada hakim alam baka, “Apakah ketika roh bersalah tidak memikirkannya, ia tidak menerima pembalasan?”
Hakim alam baka berkata, “Jika ia sama sekali tidak memikirkannya lagi, ia dapat meninggalkan neraka ini. Segala daya karma berasal dari pikiran khayal yang terbalik. Selain itu, karma neraka sebagian kaum homoseksual akan lebih ringan. Misalnya, tubuhnya laki-laki, tetapi karena dalam banyak kehidupan lampau ia bertubuh perempuan, setelah dalam kehidupan ini beralih ke tubuh laki-laki, alam bawah sadarnya masih memiliki pola pikir perempuan dan belum dapat beralih. Karena itu, ia tidak menyukai perempuan dan tetap menyukai laki-laki seperti dahulu. Sebaliknya, prinsip yang sama berlaku bagi yang bertubuh perempuan. Inilah penyebab utama terjadinya cinta sesama jenis di dunia manusia yang melanggar sila tentang perilaku seksual. Jika orang homoseksual semacam ini tidak melakukan perilaku seksual lain yang menyimpang dari sila, hanya membutuhkan seorang teman untuk hidup bersama, tetapi saling menyebut suami istri, hukumannya adalah masuk ke Neraka Asosiasi Pikiran dan menerima pembalasan selama 50 tahun neraka. Jika selama 50 tahun hukuman di sini semua benih perilaku seksual homoseksual yang menyimpang dari sila dalam roh bersalah itu dapat dibersihkan, ia dapat meninggalkan neraka ini lebih awal. Jika masih belum dapat dibersihkan, hukumannya harus ditambah 30 tahun lagi.”
Di samping Neraka Asosiasi Pikiran terdapat sebuah neraka besar yang tidak berisi apa pun. Aku merasa sangat heran, karena setiap neraka selalu penuh dengan makhluk yang menderita. Aku belum pernah melihat neraka yang sama sekali kosong, maka aku bertanya kepada hakim alam baka, “Mengapa neraka ini kosong melompong?” Hakim alam baka berkata, “Neraka ini disiapkan karena sekarang di dunia manusia sudah ada sejumlah makhluk yang sedang meneliti suatu jenis obat perangsang seksual. Saat ini mereka masih berada dalam tahap penelitian dan pengembangan. Setelah berhasil, mereka akan meluncurkannya ke pasar untuk dijual. Neraka ini disiapkan bagi semua makhluk yang terlibat dalam penelitian obat perangsang seksual itu untuk menjalani hukuman kelak.”
Aku kembali bertanya kepada hakim alam baka, “Jadi, melanggar sila tentang perilaku seksual yang menyimpang melalui pikiran pun sudah terhitung sebagai pelanggaran?”
Hakim alam baka berkata, “Ya! Setiap kali niat dan pikiran itu timbul, qi sejati dalam tubuh manusia sudah tergerak, dan qi yang lurus sudah mengalami kerusakan!”