Bahasa Indonesia / 原书正文 / 阅读

《阴律无情》

正文阅读

设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
正文阅读
章节目录

Nenek Meng ialah Meng Po (孟婆, Mèng Pó), tokoh dalam tradisi Tionghoa. Supnya dikisahkan membuat roh melupakan kehidupan lampau sebelum kelahiran kembali; buku ini menguraikannya lebih lanjut dalam Jilid II, Bab 7. Lihat kamus Kementerian Pendidikan Taiwan, entri 孟婆, makna kedua.

3. Istilah daya rohani dan cahaya (ZH-L0612–0614 dan ZH-L0624)

Jing (精, esensi), qi (氣, energi vital), dan shen (神, daya rohani) merupakan istilah tradisional Tionghoa. Istilah-istilah ini tidak dipertukarkan dengan nama zat atau ukuran medis. Lihat Pusat Kebudayaan Tao, uraian 精氣神. “Cahaya batin” (心光) dan “cahaya tubuh” (身光) mengikuti gambaran rohani penulis. Penjelasan hakim tentang kesehatan dan buah karma merupakan bagian dari penuturan keagamaan tersebut.

4. Rintangan Mara (ZH-L0624)

Istilah ini menerjemahkan 魔障 (mózhàng), yakni hambatan terhadap latihan rohani yang dapat berasal dari dalam ataupun luar diri. Istilah tersebut tidak selalu menunjuk pada satu sosok tertentu. Lihat kamus Kementerian Pendidikan Taiwan, entri 魔障.

Jilid I Bab 29

Catatan pendamping Bab 29

Catatan ini membantu pembacaan istilah dan rujukan dalam bab; uraian pengalaman spiritual tetap merupakan penuturan buku sumber.

Tiga sosok suci dan tongkat khakkhara — judul dan paragraf 642

“Tiga Sosok Suci dari Selatan” dalam bab ini menunjuk kepada Kṣitigarbha, Guru Dharma Daoming, dan Pelindung Dharma Min Gong. Diting disebut tersendiri sebagai tunggangan. Pengenalan ketiganya juga tercantum pada keterangan gambar pembuka edisi publik buku sumber. Peran Daoming dan Min Gong sebagai pendamping Kṣitigarbha dijelaskan dalam keterangan koleksi kebudayaan Taiwan. Khakkhara adalah tongkat biksu dengan cincin-cincin logam yang dapat berbunyi ketika digerakkan; lihat entri 錫杖.

载入中

版本信息