Sari mentega dan embun amerta — paragraf 660
Ungkapan ini mempertahankan dua citra Tionghoa, 醍醐 dan 甘露. Dalam konteks ajaran Buddha, sari mentega yang sangat murni melambangkan ajaran atau kebijaksanaan tertinggi; citra embun yang menyegarkan menggambarkan ajaran yang meredakan keresahan batin. Keduanya dipakai sebagai perumpamaan dalam kalimat ini. Lihat entri 醍醐 dan 甘露法雨.
Jilid I Bab 30
Catatan penerjemah — Jilid I, Bab 30
Catatan berikut merupakan penjelasan penerjemah, terpisah dari ucapan tokoh dalam bab ini.
Yuli Baochao (sumber 668, 672, 675)
Yuli adalah sebutan singkat untuk Yuli Baochao (《玉历宝钞》), sebuah kitab nasihat moral Tionghoa. Versi berjudul Yuli Chaochuan Jingshi juga memuat cerita Danchi memperoleh kitab di alam baka dan meneruskannya kepada Wumi. Penjelasan mengenai asal-usul dan keaslian kitab dalam bab ini disampaikan oleh hakim alam baka.
Rujukan: kata pengantar Yuli Chaochuan Jingshi.
Sebutan praktisi Dao (sumber 672)
Naskah Tionghoa memakai xiudaoren (修道人) dan daoren (道人). Daoren dapat berarti orang yang menekuni atau telah mencapai jalan spiritual; sebutan itu sendiri tidak memastikan keanggotaan dalam suatu aliran tertentu. Dao juga digunakan dengan arti “Jalan Suci” dalam wacana Khonghucu berbahasa Indonesia. Dalam bab ini, sebutan tersebut menyertai nama Danchi dan Wumi sesuai kisah yang dituturkan.