Saat itu Kaisar Fengdu mulai berbicara, “Aku telah mengetahui maksud kedatanganmu, maka dengan kemurahan hati Aku memanggilmu menghadap. Tuan Tan di alam manusia, yang menggunakan nama pena Wenshu Mojie, menyampaikan Dharma sejati, mendidik makhluk pada masa kemerosotan Dharma, dan memurnikan hati manusia. Kini alam manusia telah sampai pada keadaan ketika nilai moral semakin hari semakin merosot dan pendidikan mengenai sebab-akibat karma sangat kurang. Orang tidak mengetahui apa artinya kebaikan berbuah kebaikan dan kejahatan berbuah kejahatan. Karena itu mereka tanpa kendali menyebarluaskan pemikiran serba bebas, membunuh makhluk hidup, melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila, dan memfitnah pribadi orang lain, sambil menganggapnya kebebasan berbicara. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan pelanggaran berupa memfitnah orang lain dan ajaran suci. Yang disampaikan Tuan Tan adalah Dharma sejati untuk menyelamatkan hati manusia, mengarahkannya menuju kebaikan, memperbaiki kesalahan, dan memperbarui diri. Bagi siapa pun yang melindungi serta mendukung Dharma sejati yang diajarkan Buddha, Aku dapat menambah catatan jasanya dan memberinya ganjaran sesuai jasanya. Jika seseorang menjalankan ajaran Buddha sepanjang hidup tanpa melanggar, meskipun hanya berlatih sendiri tanpa menyebarluaskannya, ia juga pasti tidak perlu datang ke neraka untuk menderita. Jika selain menjalankannya sendiri sepanjang hidup tanpa melanggar, ia juga menyebarluaskannya dengan memberi tahu orang lain secara berantai, berkah dan umurnya pasti ditambah, dan berkah itu menjangkau keturunannya. Jika seseorang tidak menjalankannya sendiri, bahkan sengaja merusak dan memfitnahnya, berkah serta umurnya pasti dikurangi dalam kehidupan sekarang. Ketika umurnya berakhir, ia masuk ke Neraka Pencabutan Lidah dan Neraka Raungan, serta harus menjalani siksaan neraka berupa pencungkilan mata, penghancuran jantung, pemotongan telinga, dan sebagainya. Mengenai lamanya hukuman, harus ditunggu sampai semua makhluk yang memercayai ucapan fitnah terhadap Dharma sejati itu kembali membangkitkan keyakinan yang benar dan mulai kembali menjalankan Dharma sejati. Barulah roh pelaku fitnah itu memiliki kesempatan untuk keluar dari neraka. Setelah itu, ketika terlahir kembali sebagai manusia, ia akan menerima buah karma yang penuh kesulitan: lahir dalam kedudukan rendah atau memiliki indra atau anggota tubuh yang tidak lengkap, buta kedua matanya, tuli, bertubuh kurus lemah, atau hidup miskin dan rendah, berada dalam lingkungan hidup yang buruk, kekurangan kebutuhan materi, mengalami ketidakharmonisan keluarga, serta berbagai hal yang tidak berjalan sesuai harapan. Segeralah kembali dan tuliskan perkataan-Ku. Aku berharap dapat menasihati makhluk yang tetap terbelenggu kesesatan agar tidak memfitnah Dharma sejati, melainkan berbalik dan bertobat.”
Aku bersujud menyampaikan terima kasih kepada Kaisar Fengdu, Raja Yama, dan para hakim agung alam baka!
Aku kembali dengan menaiki teratai putih.
14. Layar Cahaya Listrik—Neraka Baru yang Menembakkan Jarum Es Listrik
Aku bersyukur atas berkah daya Buddha! Aku berangkat dengan menaiki teratai putih.
Aku merangkapkan kedua telapak tangan kepada hakim alam baka!
Hakim alam baka berkata bahwa hari ini ia akan membawaku mengunjungi Neraka Layar Cahaya Listrik.
Apa yang dimaksud dengan Neraka Layar Cahaya Listrik? Neraka ini diperuntukkan bagi mereka yang semasa hidup membuat terbitan pornografi, cakram pornografi, gambar pornografi, video pendek pornografi, suara dan ucapan pornografi, dan sebagainya. Singkatnya, produk pornografi semacam ini dapat menimbulkan khayalan buruk dalam pikiran makhluk di alam manusia, atau langsung membangkitkan niat melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Mereka sengaja menaruhnya di situs internet agar bebas dilihat oleh semua makhluk, merusak pikiran makhluk di alam manusia, sehingga menyebabkan mereka melakukan karma buruk berupa perilaku seksual yang menyimpang dari sila. Mereka yang gemar mengunggah ulang produk pornografi yang mengacaukan pikiran makhluk seperti ini di situs internet juga harus masuk ke neraka ini untuk dihukum setelah umurnya berakhir.
Semua makhluk yang masuk ke neraka ini untuk menjalani hukuman harus menunggu sampai produk pornografi yang mereka buat lenyap sepenuhnya dari situs internet. Makhluk yang mengunggah ulangnya juga harus menunggu sampai makhluk yang terpengaruh meninggalkan jalan menyimpang dan kembali ke jalan yang benar, serta sejak itu tidak lagi melakukan perilaku seksual yang menyimpang dari sila akibat pernah melihat produk pornografi tersebut. Barulah mereka dapat keluar dari neraka ini.
Aku bertanya kepada hakim alam baka, “Ternyata cukup banyak orang di neraka ini, ya? Begitu banyak pembuatnya.”