Jilid II Bab 19
Catatan penerjemah
Jabatan, nama bangunan, dan tiga aksara
Chenghuang (城隍), yang lazim dijelaskan sebagai Dewa Kota, adalah nama jabatan yang dipertahankan dalam bab. Uraian hubungan tugasnya dengan Dewa Tanah mengikuti tata jabatan buku ini. Pernyataan bahwa Chenghuang memiliki jabatan tertinggi “di dalamnya” mengacu pada Kediaman Chenghuang, bukan menggantikan Raja Yama sebagai penguasa tertinggi alam baka dalam kisah.
Sumber menyebut 阴德宫, diterjemahkan sebagai Istana Kebajikan Tersembunyi, dalam penjelasan awal. Kemudian pada papan bangunan yang dilihat Ayu tertulis 福德宫, Istana Berkah dan Kebajikan. Kedua nama dipertahankan sesuai tempat kemunculannya, bukan diseragamkan tanpa dasar. 福德宫 terdiri atas tiga aksara Tionghoa; jumlah itu tidak menunjuk jumlah kata dalam terjemahan Indonesia. “Kebajikan tersembunyi” dan “kebajikan yang tampak” mengikuti pasangan 阴德 dan 阳德 pada kedua gerbang, bukan perbedaan antara kebajikan perempuan dan laki-laki.
Hubungan keluarga dan keselamatan
Nenek yang diceritakan adalah nenek dari pihak ayah. Bibi-bibi dalam nasihat nenek adalah istri adik-adik lelaki ayah, bukan saudara kandung nenek. Pernyataan tentang hubungan ibu dan anak perempuan pada kehidupan terdahulu tidak menetapkan secara tegas siapa yang menjadi ibu dalam kehidupan tersebut.
Nasihat nenek untuk menanggung perlakuan buruk dan penjelasan Chenghuang tentang tubuh bungkuk serta kekerasan sebagai karma dipertahankan sebagai suara tokoh. Itu bukan diagnosis medis atau dasar untuk menyalahkan korban. Kekerasan fisik maupun emosional tidak menjadi kewajiban yang harus diterima demi keharmonisan keluarga. Orang yang mengalaminya berhak mencari bantuan dan perlindungan; tidak perlu menunggu keadaan darurat. Rujukan keselamatan: NHS, kekerasan dan pelecehan dalam keluarga.
Karma netral dan bahasa magnet
Karma netral (无记业) adalah kategori yang diterangkan melalui contoh orang ketiga membeli baju tanpa tujuan khusus. Terjemahan mempertahankan penjelasan dan akibat menurut bab ini, tanpa menyatakan bahwa semua tradisi memberikan penjelasan yang sama. Istilah “medan magnet” dalam uraian tekad dan karma merupakan bahasa penjelasan keagamaan buku, bukan laporan pengukuran medan magnet secara ilmiah.