Aku berkata, “Baik! Terima kasih atas pengaturannya, Hakim, sehingga aku, Ayu, dapat ikut menyimak persidangan.”
Ah! Kami sudah tiba. Seketika terdengar bunyi gebrakan meja yang sangat keras.
Ah! Kulihat Raja Taishan dari Balai Ketujuh alam baka tampak sangat marah dan murka. Ia hampir beranjak dari tempat duduknya, berdiri dengan tubuh condong ke bawah, lalu membentak roh-roh bersalah itu, “Roh-roh bersalah yang lancang! Jiwa kalian sudah kembali ke alam baka, tetapi kalian masih bersikeras membenarkan diri dengan alasan yang tidak masuk akal. Apa maksud kalian dengan sama-sama rela, makan dan seks adalah sifat bawaan, serta mengatasi kesusahan hidup? Semua itu omong kosong belaka! Kalian suami istri semula memiliki keluarga yang cukup berada di dunia manusia dan menjalani kehidupan yang tenteram. Namun, kalian tidak mau menekuni pekerjaan yang layak. Demi uang, kalian merekrut dan menipu gadis-gadis serta perempuan yang tidak tahu apa-apa, lalu menyuruh mereka bekerja sebagai pelacur. Itulah kejahatan kalian yang pertama. Kalian juga merancang tipu daya agar mereka jatuh ke dalam perangkap kalian berdua, lalu memeras uang yang mereka peroleh dengan darah dan daging mereka. Itulah kejahatan kalian yang kedua. Kalian sengaja membuat gadis-gadis serta perempuan itu memakai narkoba, berjudi, minum alkohol, dan merokok hingga menanggung utang yang besar. Dengan itu kalian mengendalikan mereka agar tidak dapat meninggalkan pekerjaan prostitusi. Itulah kejahatan kalian yang ketiga. Ketika, malangnya, mereka hamil, kalian sengaja mengatur agar mereka menggugurkan kandungan, mencelakakan nyawa yang tidak bersalah. Itulah kejahatan kalian yang keempat. Perbuatan yang melawan Langit dan merusak prinsip moral ini benar-benar amat memalukan!”
Di samping Raja Taishan terdapat dua pejabat tinggi alam baka. Salah satunya adalah Kepala Biro Pemberi Ganjaran atas Kebaikan. Kulihat ia mengenakan jubah panjang berwarna ungu kehitaman. Wajahnya tenang dengan sedikit senyum. Di neraka, bisa melihat raut wajah seperti itu saja sudah sangat langka. Semua pejabat alam baka yang pernah kulihat berwajah sangat serius, menakutkan, dan amat garang. Pejabat yang lain adalah Kepala Biro Penghukum Kejahatan. Ia mengenakan jubah panjang berwarna hijau gelap. Wajahnya sangat bengis dan murka, matanya memancarkan cahaya putih suram yang menyeramkan. Sekali saja ia memandang, seluruh tubuh terasa tidak nyaman. Model topi kedua kepala biro itu sama, dan warna topi masing-masing sesuai dengan warna jubahnya.
Saat itu terdengar suara Raja Taishan, “Serahkan Buku Hukuman atas Kejahatan dan segera bacakan.” Aku pun melihat buku catatan yang dikeluarkan oleh Kepala Biro Penghukum Kejahatan. Wah! Buku catatan itu benar-benar sangat panjang. Kepala Biro Penghukum Kejahatan juga tampak sangat keras ketika mulai membacakan seluruh pelanggaran kedua roh bersalah ini. Kejahatan mereka sungguh sudah melampaui segala batas. Akan kujelaskan sebagian agar kalian memahaminya.
Semasa hidup, demi mengendalikan sejumlah gadis cantik dan menjadikan mereka alat penghasil uang, kedua roh bersalah ini membuat mereka berulang kali menggugurkan kandungan serta terjerumus dalam kebiasaan buruk. Belakangan, sebagian dari mereka dinikahi oleh laki-laki yang memiliki jalinan takdir dengan mereka, dibawa pulang sebagai istri atau istri kedua. Namun, sebagian mengalami kehancuran rumah tangga karena tidak dapat melahirkan anak. Ada pula yang, karena pernah memakai narkoba dan menggugurkan kandungan, mengalami gangguan sisa seumur hidup, seperti penyakit ginekologis kronis, gangguan sistem saraf pusat, serta mati rasa pada tangan dan kaki. Salah seorang di antara mereka ditinggalkan suaminya karena mengalami gangguan jiwa, kemudian ditelantarkan pula oleh keluarganya hingga hidup di jalanan. Terlalu banyak kejadian yang begitu memilukan untuk didengar.
Raja Taishan berkata, “Dua petugas hantu yang berwajah bengis dan bertaring, dengarkan perintah! Segera bawa mereka pergi! Bawa mereka ke Neraka Yanhua Fangun untuk terlebih dahulu menjalani hukuman selama 100.000 tahun. Lihat apakah dalam batin mereka timbul penyesalan, baru sesudah itu diputuskan lagi.” Saat itu kaki kedua roh bersalah tersebut gemetar hebat dan tubuh mereka terus menggigil, tetapi semuanya sudah terlambat.
Hakim alam baka berkata, “Roh bersalah seperti ini biasanya harus menjalani hukuman di neraka untuk waktu yang sangat, sangat lama. Mereka harus menunggu sampai semua makhluk yang pernah mereka sakiti sepenuhnya terbebas dari seluruh gangguan sisa akibat hasutan mereka berdua untuk memakai narkoba, menggugurkan kandungan, dan sebagainya, hingga semua gangguan itu lenyap. Barulah mereka mungkin dapat meninggalkan neraka besar.”
Aku, Ayu, bertanya kepada hakim alam baka, “Jika suatu perbuatan memengaruhi dan meracuni pikiran seseorang secara mendalam dan berkepanjangan, mungkin diperlukan beberapa kehidupan untuk pulih sepenuhnya. Berarti mereka juga harus menunggu beberapa kehidupan, bukan?” Hakim alam baka menjawab, “Benar! Waktu pemulihan setiap orang setelah disakiti berbeda-beda, ada yang lama dan ada yang singkat. Tentu semakin singkat semakin baik. Namun, sebagian roh memiliki keterikatan yang lebih kuat; untuk menyelesaikan satu masalah saja mereka memerlukan 1.000 tahun. Sebab, ada roh yang terus tinggal di suatu ruang dan tidak mau pergi karena keterikatannya. Dahulu ada seorang pelacur muda. Ia cukup cantik dan, untungnya, tidak terjerumus dalam kebiasaan yang terlalu buruk; ia hanya belajar merokok dan minum alkohol. Sebenarnya ia sendiri tidak menyukai rokok maupun alkohol, tetapi mempelajarinya karena tuntutan pekerjaan. Di bawah hasutan dan pengaturan seorang perantara prostitusi dan seorang muncikari perempuan, dalam satu setengah tahun saja ia sampai menggugurkan kandungan enam kali. Belakangan, seorang pedagang yang memiliki jalinan takdir dengannya menikahinya dan membawanya pulang sebagai istri. Pedagang itu tidak tahu bahwa pada usia semuda itu ia sudah pernah menggugurkan kandungan enam kali. Setelah menikah, akibat gangguan sisa dari pengguguran kandungan, ia tidak dapat melahirkan anak seumur hidup dan menderita penyakit ginekologis. Maka, tak lama kemudian pedagang itu menikahi kekasih baru untuk meneruskan garis keturunan. Pelacur itu tidak dapat menerima kenyataan bahwa ia ditinggalkan karena tidak mampu melahirkan anak. Setelah usia hidupnya berakhir, tubuh rohnya terus tinggal di alam hantu selama 1.000 tahun. Barulah setelah bertemu dengan Dharma yang benar, yang memiliki jalinan sebab dan kondisi dengannya, ia meninggalkan alam hantu.”
Hakim alam baka melanjutkan, “Ini hanya penjelasan garis besar agar kamu tahu. Sebab, setiap roh bersalah yang datang ke neraka untuk menjalani hukuman juga terkait dengan persoalan roh-roh lain yang pernah disakitinya. Pada dasarnya, setiap makhluk yang disakiti oleh roh bersalah itu, di alam mana pun mereka berada di antara enam alam kehidupan, harus terlebih dahulu terbebas dari penderitaan. Barulah roh bersalah tersebut dapat meninggalkan neraka. Mengenai berapa lama tepatnya kedua roh bersalah tadi harus menerima balasan atas kejahatan mereka di neraka, saat ini belum dapat diputuskan. Ini baru permulaannya.”