Hakim alam baka berkata, “Makhluk yang menjalani hukuman di neraka sungguh tak terhitung jumlahnya. Ayu, sebelumnya engkau telah mengunjungi Neraka Perilaku Seksual yang Menyimpang dari Sila. Salah satu bagiannya saja, yakni ‘Neraka Cambuk dan Tongkat’, sudah dipenuhi begitu banyak makhluk hingga tak terlihat ujungnya. Masih ada sangat banyak neraka yang belum kaukunjungi. Dibandingkan dengan jumlah itu, yang mampu membangkitkan satu pikiran pertobatan sungguh sangat, sangat sedikit. Para Buddha dan Bodhisattva penuh belas kasih, setiap saat selalu memberikan ajaran sesuai dengan kesiapan makhluk untuk menolong mereka yang menderita, dan juga harus membuat berbagai pengaturan yang terampil. Namun, pernahkah semua makhluk benar-benar menghayatinya dengan tulus? Ayu, pekerjaanmu datang ke neraka ini seluruhnya diatur oleh Buddha karena belas kasih-Nya. Pemerintahan alam baka juga berharap melalui kesempatan ini dapat memurnikan batin manusia, membuat semua makhluk percaya teguh pada sebab dan akibat, serta tidak menciptakan karma buruk yang membawa ke neraka.”
Kami telah tiba di Balai Mingguang Chuzhuan di neraka. Aku bersujud menghormati Kṣitigarbha! Setiap kali melihat Kṣitigarbha, mataku dipenuhi air mata haru dan rasa terima kasih muncul dengan sendirinya! Aku kembali bersujud menghormati Kṣitigarbha atas nama semua makhluk! Semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan. Semoga semua makhluk gembira dan bahagia. Semoga semua makhluk tekun berlatih dan segera merealisasi bodhi serta buah Kebuddhaan.
Saat itu, Kṣitigarbha sedang memberikan ajaran tentang lima sila kepada semua yang hadir. Kulihat ada banyak guru Dharma di dalam Balai Mingguang Chuzhuan! Begitu pikiran ini timbul, hakim alam baka segera menjelaskannya kepadaku.
Hakim alam baka berkata, “Di antara para guru Dharma ini, banyak yang telah melanggar sila tentang perilaku seksual yang menyimpang dan sila larangan mencuri. Mereka yang datang ke sini untuk mendengarkan Dharma semuanya sudah pernah menjalani hukuman di neraka; sebagian masih dalam masa hukuman. Mereka datang ke sini untuk mendengarkan Dharma hanya karena satu pikiran pertobatan muncul dalam batin mereka. Ketika dalam diri roh timbul pikiran pertobatan, cahaya batinnya akan mengalami sedikit perubahan. Petugas hantu alam baka kemudian menghentikan sementara hukuman roh bersalah itu dan membawanya ke Balai Mingguang Chuzhuan untuk mendengarkan Dharma. Semua roh yang datang ke Balai Mingguang Chuzhuan untuk mendengarkan Dharma memiliki satu kesamaan: mereka tahu bahwa di sini mereka tidak perlu menjalani hukuman. Karena itu, semuanya sangat menghargai kesempatan ini, dan hampir semuanya tersentuh serta terangkul oleh belas kasih Kṣitigarbha.”
Kulihat sebagian besar cahaya tubuh roh-roh di sini berwarna abu-abu gelap. Ada yang berwarna biru kehijauan gelap, merah gelap, dan ada yang hitam. Semuanya melayang ringan. Saat itu kulihat satu roh menangis tersedu-sedu dan meneteskan air mata, membangkitkan rasa malu serta penyesalan yang mendalam. Pada saat itu, cahaya tubuhnya mulai berubah dari abu-abu gelap menjadi abu-abu pucat, dan jelas terasa bahwa roh itu menjadi sedikit lebih ringan.
Hakim alam baka menjelaskan, “Dalam kehidupan sebelumnya, roh bersalah ini adalah hantu pencuri esensi dan energi vital. Sebelum menjadi hantu pencuri esensi dan energi vital, ia adalah seorang praktisi spiritual yang memiliki niat untuk berdana, tetapi tidak menaati sila. Karena tidak menaati sila, ia merosot ke alam hantu dan menjadi hantu pencuri esensi dan energi vital. Setelah merosot ke alam hantu, ia terus mencuri esensi dan energi vital dari manusia yang masih hidup serta praktisi spiritual yang tidak menaati sila untuk mempertahankan hidupnya. Dengan demikian, ia dengan cepat merosot ke neraka.”
Saat itu kulihat roh bersalah tersebut menangis tersedu-sedu dan meneteskan air mata. Ia berlutut di hadapan Kṣitigarbha untuk memohon agar pertobatannya diterima, lalu berikrar, “Kṣitigarbha yang penuh belas kasih! Murid ini telah bersalah! Dalam setiap kehidupan, aku akan menjalankan Dharma sejati dan melindungi Dharma sejati. Aku akan selamanya melindungi Dharma Kṣitigarbha.” Kṣitigarbha dengan senang hati menerima pertobatan roh itu. Roh tersebut kemudian dibawa keluar oleh petugas hantu. Hakim alam baka berkata bahwa ia akan segera terlahir kembali di dunia manusia.
Balai Mingguang Chuzhuan ini adalah satu-satunya tempat di neraka yang tidak terasa suram dan menyeramkan, agak seperti tungku penghangat di dalam neraka. Biasanya, jika aku terlalu lama berada di neraka, suhu tubuhku selalu sangat rendah, tetapi hari ini aku merasa cukup baik. Aku sungguh berterima kasih atas daya pemberkatan Kṣitigarbha yang penuh belas kasih!
Dengan bantuan daya adikodrati Kṣitigarbha, aku terus mengamati roh-roh di sini dan mendapati bahwa cahaya batin banyak roh sedang meningkat. Mereka semuanya melayang ke atas.
Hakim alam baka berkata, “Semua roh yang cahaya batinnya telah meningkat dapat terlahir kembali di dunia manusia, agar sekali lagi mendapat kesempatan untuk menempa batin dan watak mereka.”