Untuk mengubah takdir, bukan dengan mencari peramal agar ia mengubahnya untukmu. Jika benar-benar ingin menulis ulang takdir, yang harus diandalkan adalah diri sendiri. Perbanyak perbuatan berjasa dan kebajikan, serta usahakan sendiri bertambahnya berkah; dengan demikian, tidak perlu lagi meramal nasib. Jika memiliki berkah, dengan sendirinya akan ada orang yang membantu, dan kesehatan, keluarga, karier, jodoh, serta hal-hal lainnya akan berjalan sesuai harapan. Paling jauh, orang lain hanya dapat mengingatkan dari samping. Berbuat baik tetap harus sungguh-sungguh dilaksanakan sendiri, selalu diingat dan dijalankan tanpa putus, pagi maupun malam. Dengan begitu, takdir yang telah ditetapkan dapat berubah, dan catatan pribadi dalam Kitab Kehidupan dan Kematian dapat mulai ditulis ulang sejak saat itu!
Ayu, kau harus tahu bahwa sekalipun seseorang sepanjang hidupnya menjaga kesehatan tubuh, menjalani rutinitas hidup yang teratur, makan secukupnya, tidur cukup, banyak berolahraga, dan sebagainya, faktor-faktor ini tidak akan menambah jatah umur yang semula telah ditetapkan. Semuanya sama sekali tidak dapat mengubah ketetapan itu. Tentu saja, jika sehari-hari tubuh dirawat dengan baik, dengan sendirinya ia akan lebih sedikit mengalami penderitaan jasmani akibat penyakit.
Sesungguhnya, sebagian besar makhluk tidak dapat mengubah takdirnya secara besar-besaran. Sepanjang hidup, mereka berjalan menuju kematian tanpa sesuatu yang istimewa, lalu kembali berputar mengikuti karma ke jalan yang sesuai. Tentu saja, jika makhluk mana pun berbuat baik, sekalipun hanya melakukan satu kebaikan yang tampak sangat kecil dan tidak berarti, selama niatnya sungguh-sungguh untuk memberi manfaat kepada orang lain, balasan baik yang diperolehnya kelak mungkin sangat besar, sehingga takdirnya pun berubah. Ada dua jenis orang yang dapat memengaruhi lintasan takdir yang telah ditetapkan, yaitu orang yang sangat jahat dan orang yang sangat baik. Orang yang sangat jahat, setelah mati, langsung turun menuju neraka untuk menerima balasan. Sebaliknya, orang yang sangat baik menggerakkan Langit dengan bakti kepada orang tua, mengumpulkan banyak kebajikan tersembunyi, dan menolong mereka yang menderita serta berada dalam kesulitan. Berkahnya bertambah tanpa ukuran dan tanpa batas. Ia juga dapat menembus takdir yang semula telah ditetapkan dan berangsur-angsur naik ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah mati, ia terlahir di alam dewa untuk menikmati berkah dan kebahagiaan.
Mengenai pertanyaanmu tentang memohon umur panjang, hal itu dapat tercapai. Namun, pertambahan umur memiliki batas dan harus dimohon dengan cara yang sesuai prinsip dan Dharma. Yang dimaksud dengan sesuai prinsip dan Dharma ialah, jika tubuh kita kurang sehat dan memerlukan makanan tambahan untuk menyehatkan tubuh jasmani, kita sama sekali tidak boleh mencelakai kehidupan hewan demi menyehatkan tubuh kita. Langit memiliki kebajikan mencintai kehidupan. Mencelakai kehidupan makhluk lain untuk merawat kehidupan sendiri merupakan hal yang dilarang keras oleh hukum alam baka. Bukan hanya tidak dapat memperpanjang umur, kita bahkan akan menanggung utang nyawa yang kelak mendatangkan buah buruk. Orang yang memohon umur panjang harus selalu ingat bahwa pertama-tama ia wajib bervegetarian. Jika mencelakai nyawa makhluk lain, bagaimana mungkin bisa panjang umur? Makhluk yang nyawanya direnggut pasti menyimpan amarah dan rasa tidak terima, serta pasti menunggu kesempatan untuk membalas. Karena itulah bervegetarian menjadi landasan untuk memperpanjang umur. Selain itu, kita harus membangkitkan cinta kasih dan welas asih yang agung untuk menyelamatkan semua makhluk agar terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan, membangkitkan tekad bodhi yang agung untuk menyelamatkan semua makhluk secara luas, serta sepanjang hidup menjalankan pola makan vegetarian dan membebaskan satwa. Jika benar-benar dapat melakukannya, jatah umur dalam Kitab Kehidupan dan Kematian pasti bertambah. Adapun besarnya pertambahan ditentukan oleh besar-kecilnya tekad serta banyak-sedikitnya jasa kebajikan.
Di antara orang-orang yang tercatat dalam Kitab Kehidupan dan Kematian di tanganku, ada sebagian yang memperoleh tambahan umur dengan sendirinya tanpa memohon. Sebagian dari mereka hanyalah makhluk biasa, bukan orang yang membangkitkan tekad agung untuk menyelamatkan makhluk berperasaan. Mereka hanya bertindak dengan ketulusan hati dan niat membantu orang lain: ketika melihat ketidakadilan di jalan atau menghadapi saat genting, timbul rasa iba, lalu mereka menyelamatkan nyawa satu makhluk yang sedang menderita. Makhluk-makhluk seperti ini akan memperoleh perpanjangan umur melalui laporan berkala dari dewa pendamping sejak lahir. Namun, mereka sendiri tidak mengetahui bahwa jatah umurnya telah ditambah. Dalam kasus seperti ini, tambahan umur umumnya enam hingga dua belas tahun. Jika ada makhluk yang telah mengumpulkan kebajikan tersembunyi yang sangat besar, mungkin ia tidak dapat menikmati seluruh hasilnya dalam satu kehidupan. Hasil itu kemudian akan dibagikan dalam berbagai kehidupan sebagai balasan berupa umur panjang. Umur manusia mempunyai jatah yang telah ditetapkan; ganjaran dan hukuman menurut hukum alam baka tidak akan merusak hukum alam.”
Lalu aku, Ayu, ingin bertanya lagi kepada hakim alam baka, “Dalam kitab suci, Buddha mengajarkan semua orang untuk mengurangi makan dan tidur, bahkan berlatih tanpa tidur. Apakah hal ini akan memengaruhi kesehatan dan umur?”
Hakim alam baka berkata, “Buddha adalah seorang praktisi dengan kebijaksanaan agung di alam semesta. Jalan latihan yang kita tempuh telah dilalui Buddha sendiri, selangkah demi selangkah. Karena telah melaluinya, tentu Buddha mengetahui cara membimbing semua orang menempuh jalan latihan ini. Bimbingan Buddha agar semua orang berlatih dengan cara demikian tidak akan memengaruhi kesehatan dan umur. Hanya perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran, atau tidak menyayangi tubuh dalam perjalanan hidup, makan dan minum berlebihan secara sembarangan, membalikkan waktu siang dan malam dalam kehidupan sehari-hari, kehilangan kendali atas emosi, dan sebab-sebab sejenis itulah yang akan memengaruhi umur.
Mengurangi makan dan tidur merupakan cara yang sangat baik untuk merawat tubuh. Sesungguhnya, manusia dapat hidup tanpa makan dan tidur. Jika napas seseorang dapat selaras dengan alam pada setiap momen kesadarannya, hingga mencapai kesatuan antara Langit dan manusia, dengan sendirinya ia akan sehat dan panjang umur, dapat tidak makan dan tidak tidur, serta kembali ke dalam kecemerlangan sebelum terlahir melalui kandungan. Namun, orang biasa tidak dapat melakukannya. Karena itu, Buddha membimbing semua orang untuk maju secara bertahap, mulai dengan mengurangi makan. Dengan berkurangnya makan, dengan sendirinya tidur juga berkurang, kemudian barulah maju lagi dengan berlatih tekun tanpa tidur.
Tadi sudah dikatakan bahwa banyaknya makanan yang dimakan seseorang telah ditentukan sebelum ia terlahir melalui kandungan. Mengurangi makan sekarang berarti menyimpan berkah yang semula dimilikinya dalam kehidupan ini. Jika terus-menerus mengurangi makan dan tidur, bahkan berlatih tekun tanpa tidur, dari hari ke hari dan bulan ke bulan ia pasti akan memperoleh berkah yang lebih besar serta buah kebajikan yang lebih besar. Jadi, bagaimana mungkin hal itu memengaruhi umur? Baiklah! Ayu, apakah kau mengerti?” Aku mengangguk untuk menunjukkan bahwa aku mengerti.
Hakim alam baka berkata, “Cukup sampai di sini untuk hari ini. Jika ada pertanyaan, silakan datang lagi!”