Bahasa Indonesia / 原书正文 / 阅读

《阴律无情》

正文阅读

设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
正文阅读
章节目录

Hakim berkata, “Ayu! Neraka sebenarnya terbentuk dari sejenis karma hitam yang timbul setelah manusia melanggar sila. Manusia jatuh ke neraka karena ditarik oleh perilakunya sendiri. Dalam salah satu kehidupan lampaunya, ia pernah menjalankan metode pelafalan nama Buddha, meskipun tidak tekun. Dalam kehidupan itu ia melakukan berbagai pemberian dana, tetapi tidak melimpahkan jasa kebajikannya sesuai dengan prinsip dan Dharma. Namun, buah dari aneka karma baik yang dijalaninya menjadi matang dan berubah menjadi kekayaan serta kedudukan baik dalam kehidupan ini. Sayangnya, ia tidak menghargai berkahnya dengan baik, sehingga berkah itu habis terkikis lebih awal dan ia jatuh ke neraka.”

Kalian berdua pun memiliki ikatan kondisi. Ketika engkau mewawancarainya tadi, engkau membangkitkan tekadnya untuk keluar dari penderitaan, sehingga ia tergerak untuk mengucapkan tekad baik. Pikiran baiknyalah yang membantu dirinya memperoleh catatan satu perbuatan berjasa yang baik, bukan karena aku memperlakukannya secara istimewa. Jika seseorang ingin mengetahui Semua Buddha pada masa lampau, sekarang, dan mendatang, Hendaklah ia mengamati hakikat alam Dharma: Segala sesuatu semata-mata diciptakan oleh pikiran.”

Hakim berkata, “Baiklah, Ayu! Hari ini sudah larut. Di dunia manusia, satu malam lagi telah berlalu. Pulanglah dahulu! Engkau dipersilakan datang kembali secepatnya.”

Ayu berkata, “Ayu merangkapkan kedua telapak tangan dan memberi hormat kepada Hakim. Terima kasih, Hakim! Ayu pasti akan datang kembali secepatnya!”

19. Ayu Menghadap Chenghuang

Aku bersyukur atas berkah daya Buddha! Aku berangkat dengan menaiki teratai putih!

Namo Amitābha! Ayu merangkapkan kedua telapak tangan untuk memberi hormat kepada Hakim!

Ayu berkata, “Hakim! Hari ini aku ingin bertanya. Di dunia manusia, aku pernah melihat kelenteng Chenghuang dan juga tak terhitung banyaknya kelenteng kecil untuk Tudigong, yakni Dewa Tanah. Apa sebenarnya perbedaan di antara keduanya? Jika memang ada Chenghuang, kumohon Hakim membawa Ayu untuk mengunjunginya.”

Hakim berkata, “Tugas Chenghuang dan Dewa Tanah mempunyai cara yang berbeda tetapi tujuan yang sama, terutama melindungi keselamatan manusia dalam bepergian dan pulang. Mengenai sebutan Dewa Tanah, khususnya selama seribu tahun terakhir, manusia lebih menyukai sebutan ini, yang terus diwariskan hingga sekarang. Sebelumnya, tugas Dewa Tanah di dunia manusia telah dijelaskan secara garis besar. Seiring perubahan keadaan di dunia manusia saat ini, alam baka juga menambah jumlah Dewa Tanah untuk mengurus dan melindungi manusia.

Di alam baka terdapat sebuah Kediaman Chenghuang. Jabatan tertinggi di dalamnya adalah Chenghuang. Di bawah Chenghuang terdapat pula sejumlah petugas alam baka yang merupakan Dewa Tanah. Semua Dewa Tanah membantu dan menerima perintah dari Chenghuang. Chenghuang bertanggung jawab atas berbagai data kelahiran kembali seluruh manusia di Jambudvīpa Selatan. Di Kediaman Chenghuang terdapat Istana Kebajikan Tersembunyi, yang khusus mencatat perbuatan besar yang baik dari semua orang. Istana Kebajikan Tersembunyi juga merupakan kantor pusat bagian lain untuk data kelahiran kembali manusia.

载入中

版本信息