Bahasa Indonesia / 原书正文 / 阅读

《阴律无情》

正文阅读

设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
正文阅读
章节目录

Hari ini aku kembali memperoleh banyak manfaat. Aku, Ayu, berterima kasih kepada hakim alam baka!

Aku bersujud menghormati hakim alam baka! Aku pulang dengan menaiki teratai putih.

28. Mengunjungi Balai Mingguang Chuzhuan untuk Menghormati Kṣitigarbha

Aku bersyukur atas berkah daya Buddha! Aku berangkat dengan menaiki teratai putih!

Amitābha! Aku, Ayu, merangkapkan kedua telapak tangan untuk memberi hormat kepada hakim alam baka!

“Hakim Alam Baka! Bagaimana Kṣitigarbha menolong semua makhluk di neraka? Bolehkah aku pergi melihatnya?”

Hakim alam baka berkata, “Kṣitigarbha senantiasa berada di neraka untuk menolong makhluk yang menderita keluar dari lautan penderitaan, tanpa pernah berhenti sedetik pun. Di alam baka kami terdapat sebuah balai pertemuan Dharma bernama ‘Mingguang Chuzhuan’. Kṣitigarbha senantiasa membabarkan Dharma dan memberikan ajaran kepada makhluk-makhluk alam baka di Balai ‘Mingguang Chuzhuan’.”

Aku bertanya dengan penasaran, “Bukankah di neraka mereka menderita setiap saat? Dari mana mereka punya waktu untuk mendengarkan Dharma? Jika sudah selesai menerima pembalasan, bukankah mereka segera meninggalkan neraka dan melanjutkan putaran kelahiran kembali?”

Hakim alam baka berkata, “Sebenarnya, makhluk di neraka sama dengan makhluk di dunia manusia. Mereka semua datang setelah merosot dalam putaran kelahiran kembali di enam alam. Ada yang datang melalui perputaran itu dari alam-alam atas, yakni alam dewa, asura, dan manusia; ada pula yang datang dari alam hantu dan alam binatang dalam tiga alam sengsara di bawah. Hakikat batin mereka sama, semuanya memiliki cahaya bawaan dalam hakikat sejatinya. Hanya saja, karena pikiran khayal yang terbalik, mereka kehilangan arah batin dan melakukan berbagai perbuatan melanggar sila berupa membunuh serta merenggut nyawa, sehingga membuat diri mereka sendiri merosot. Setiap roh akan mengalami hari ketika ia kembali pada cahaya hakikat dirinya, tetapi dalam hal waktu, perbedaannya dapat sejauh langit dan bumi. Semua makhluk yang datang ke neraka memerlukan waktu yang sangat, sangat panjang untuk memulihkan cahaya hakikat rohani bawaannya, karena pencemaran dan kebiasaan yang melekat pada roh-roh di neraka terlalu berat, begitu pula karma buruk mereka. Sekalipun dengan sangat langka timbul satu pikiran pertobatan, dengan cepat mereka kembali dikuasai oleh penderitaan dan karma buruk. Kṣitigarbha telah mengucapkan ikrar agung: ‘Selama neraka belum kosong, aku bersumpah tidak akan menjadi Buddha; Hanya setelah semua makhluk tertolong, barulah aku merealisasi bodhi!’ Dengan belas kasih, Bodhisattva berkata kepada Raja Yama, ‘Roh mana pun yang sedang menjalani hukuman di alam baka, jika dalam sekejap timbul satu pikiran pertobatan dalam batinnya, boleh datang ke Balai Mingguang Chuzhuan untuk mendengarkan Dharma dan untuk sementara tidak menjalani hukuman.’”

Aku berkata, “Itu sungguh baik sekali! Kalau begitu, bukankah banyak makhluk neraka sudah terangkat ke alam yang lebih baik?”

载入中

版本信息