←书库

《阴律无情》

Bahasa Indonesia · 原书正文
设置
阅读设置书稿封面
18
正在读取版本…
校对

正文阅读

正文阅读
章节目录

• “Aku” dalam syair tentang tiang kayu hangus: dalam konteks Saṅghāṭa Sūtra, yang berbicara adalah seorang tokoh yang menyesali perbuatannya. Tiang hangus merupakan perumpamaan dalam keluhannya.

Rujukan singkat: buku pelajaran Pendidikan Agama Buddha, hlm. 108; Kumpulan Khotbah Sang Buddha, pengantar tentang saṃsāra; Saṅghāṭa Sūtra, T13n0423, 0963c19–0964a08.

Jilid I Bab 18

Catatan pendamping bab 18

Penjelasan penyunting berikut terpisah dari narasi dan ucapan tokoh.

• Arhat: sebutan bagi yang telah terbebas dari kekotoran batin. Dalam kutipan Mahāprajñāpāramitāśāstra pada bab ini, sebutan tersebut digunakan untuk Buddha. Konteks asli, T25n1509, 0071b19–0071c01.

• Mahāmāyūrī: sosok suci Buddhis yang dikenal dengan lambang merak; dalam teks Buddhis berbahasa Indonesia juga disebut Vidyarajni Mahamayuri. Contoh pemakaian nama.

• Ungkapan “memasuki nirwana” di awal bab berada dalam konteks pesan Buddha menjelang akhir kehidupannya. Konteks pesan terakhir dalam T12n0389.

Jilid I Bab 19

Catatan istilah pendamping — Bab 19

载入中

版本信息