Catatan Penerjemah untuk Bab 23
Catatan ini terpisah dari ucapan tokoh dan dari teks utama bab.
1. Ungkapan tentang lonceng (penanda sumber ZH-L0529). Ungkapan Tionghoa jiě líng hái xū xì líng rén berarti bahwa orang yang menimbulkan suatu persoalan perlu menyelesaikannya sendiri. Di sini, ungkapan itu menekankan pertobatan pribadi. Lihat Kamus Bahasa Mandarin Kementerian Pendidikan Taiwan.
2. Istilah dan pernyataan tentang kesehatan (penanda sumber ZH-L0529–ZH-L0530). Istilah gangguan psikotik digunakan untuk “思觉失调”, yang berkaitan dengan psikosis; istilah ini tidak secara khusus berarti skizofrenia atau gangguan disosiatif. Pernyataan tentang penyebab penyakit, rasa bersalah, dan akibat karma dalam bab ini tetap merupakan ucapan tokoh dalam buku, bukan penilaian medis penerjemah. Batas istilah diperiksa melalui penjelasan Rumah Sakit Castle Peak, Otoritas Rumah Sakit Hong Kong dan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, Kementerian Kesehatan RI, 2015.
Jilid I Bab 24
Catatan pendamping bab 24
Catatan penerjemah ini terpisah dari ucapan para tokoh.
1. Papan nama peringatan (penanda sumber ZH-L0544 dan ZH-L0549). Papan ritual ini mewakili roh yang diberi penghormatan. Istilah Indonesia yang juga dipakai ialah papan arwah. Rujukan istilah: buku guru Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti, hlm. 189. Contoh pemakaian istilah itu tidak menyamakan seluruh tata ibadah Khonghucu dengan uraian buku ini.
2. Sembilan tingkat teratai; nafsu, rupa, dan tanpa rupa (penanda sumber ZH-L0548). Sembilan tingkat teratai berkaitan dengan tingkatan kelahiran di Tanah Suci. Nafsu, rupa, dan tanpa rupa adalah istilah kosmologi Buddha; rupa di sini berarti bentuk atau wujud jasmani. Lihat uraian sembilan tingkatan dalam Sutra Perenungan Buddha Amitāyus dan entri Tiga Lingkup dalam kamus Kementerian Pendidikan Taiwan.
3. Orang yang mengikat lonceng itulah yang harus melepaskannya (penanda sumber ZH-L0549). Ungkapan Tionghoa ini menekankan bahwa orang yang menimbulkan suatu masalah perlu menyelesaikannya sendiri. Di sini, penekanannya ialah tanggung jawab pribadi untuk bertobat. Rujukan ungkapan.