4. Makanan melalui sentuhan (penanda sumber ZH-L0550). Buku ini menerangkannya sebagai penyerapan sari makanan oleh roh. Penjelasan ini mengikuti penggunaan istilah di dalam cerita, seperti juga pada bab 15.
Jilid I Bab 25
Catatan penerjemah — Jilid I, Bab 25
Catatan ini berada di luar tuturan para tokoh.
1. Tiga kepatuhan dan empat kebajikan (ZH-L0558–0559)
Ungkapan ini berasal dari norma keluarga Tiongkok tradisional. Tiga kepatuhan merujuk pada kepatuhan kepada ayah sebelum menikah, kepada suami setelah menikah, dan kepada anak laki-laki setelah suami meninggal. Empat kebajikan mencakup perilaku, tutur kata, keterampilan pekerjaan rumah tangga, dan penampilan perempuan. Dalam konteks tradisional ini, “keterampilan kerja” mencakup pekerjaan seperti memintal serta menyiapkan jamuan, bukan hanya kecakapan dalam pekerjaan modern.
Rujukan: Kamus Kementerian Pendidikan Taiwan, 三從四德; Ban Zhao, Nüjie, bagian 婦行第四.
2. Kesucian dan keperjakaan atau keperawanan (ZH-L0558, 0561, 0563)
“Kesucian” di sini menerjemahkan 貞潔, yakni sikap menjaga diri dan kesetiaan seksual menurut uraian hakim dalam bab ini. Istilah itu juga digunakan untuk perempuan yang pernah menikah. “Keperjakaan atau keperawanan” menerjemahkan 童貞 atau 童子身, dan mencakup laki-laki maupun perempuan. Dalam Jilid I, Bab 3 (ZH-L0134), buku ini menjelaskan 童子身 sebagai keadaan belum kehilangan keperjakaan atau keperawanan dan belum pernah berhubungan seksual dengan lawan jenis. Jadi, kedua kelompok istilah tersebut tidak selalu dapat saling menggantikan.
Rujukan: Kamus Kementerian Pendidikan Taiwan, 貞潔; 童貞; definisi dalam teks buku pada ZH-L0134.